Senjata Tak BIsa Melawan Teroris

Bela Negara: Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menyampaikan kuliah umum tentang bela negara, di kampus UPN 'Veteran' Jogjakarta, Selasa (30/10).

Bela Negara: Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menyampaikan kuliah umum tentang bela negara, di kampus UPN ‘Veteran’ Jogjakarta, Selasa (30/10).

JOGJA – Melawan terorisme dan radikalisme menggunakan senjata, keberhasilannya hanya akan mencapai satu hingga dua persen. Selebihnya, atau 98 persen sisanya, hanya bisa dilawan oleh rakyat. Terorisme dan radikalisme hanya akan hilang jika rakyat kompak, bersatu.

“Tanpa kekompakan masyarakat, tanpa upaya deradikalisme, tanpa membersihkan otak mereka dari nilai-nilai yang tidak benar, hanya akan mati satu tumbuh lima ribu. Tak akan ada habis-habisnya,” tutur Menhan (Menteri Pertahanan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, di kampus UPN ‘Veteran’ Jogjakarta, Selasa (30/10).

Menhan memang hadir ke kampus tersebut untuk memberikan kuliah umum bertajuk Bela Negara, NKRI Harga Mati, dan Tolak Radikalisme, di hadapan sebagian mahasiswa, dosen, maupun karyawan UPN Jogjakarta. Secara panjang lebar, Ryamizard mengingatkan kembali tentang bahayanya radikalisme kanan maupun kiri.

Khusus kepada mahasiswa, generasi muda yang hadir, pensiunan jenderal itu berpesan, agar tetap menjaga keunggulan, berkarakter, dan berintegrasi. “Persatuan dan kesatuan itu sangat penting. Hanya pemuda yang berkarakter yang akan bisa menjadi pemimpin. Tentu harus dilandasi jatidiri yang konsisten menjaga Pancasila, UUD 1945, Kebhinnekaan, dan NKRI,” tandas Ryamizard.

Pada kesempatan itu, ditandatangani pula nota kerjasama antara UPN ‘Veteran’ Jogjakarta dengan Badan Diklat Kemenhan tentang pelaksanaan pelatihan dasar bela negara bagi segenap sivitas akademika UPN Jogjakarta. Nota kerjasama ditandatangani oleh Rektor UPN Jogjakarta, Irhas Effendi, dan Kepala Badan Diklat Kemenhan Ida Bagus Purwalaksana.

Irhas menegaskan, UPN berkomitmen untuk terus mengembangkan nilai-nilai bela negara maupun pemahaman nilai-nilai bela negara. “Bahkan sudah ada pula kurikulum berbasis bela negara. Ada di dalam empat mata kuliah wajib dan sepuluh mata kuliah tambahan,” tuturnya kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan