Seratus Gerai LEU Mart Akan Hadir Di Jogja

Nota Kesepahaman: Dirut PT Kunci Nusantara Cemerlang, Muhammad Harry Naldi, dan pengelola Ulam Tirto Resto & Rest Area Ariyanto menunjukkan nota kesepahaman yang baru saja mereka tandatangani.

Nota Kesepahaman: Dirut PT Kunci Nusantara Cemerlang, Muhammad Harry Naldi, dan pengelola Ulam Tirto Resto & Rest Area Ariyanto menunjukkan nota kesepahaman yang baru saja mereka tandatangani.

JOGJA – Lembaga Ekonomi Umat (LEU) mengajak masyarakat untuk menjadi pedagang dan saudagar yang berkualitas sekaligus mengimplementasikan ekonomi syariah di sektor riil. LEU Mart salah satu contoh bukti, sektor riil syariah di Indonesia bisa dikembangkan selain sektor moneter yang ada selama ini.

Direktur Utama PT Kunci Nusantara Cemerlang, Muhammad Harry Naldi mengemukakan hal itu, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pengelola Ulam Tirta Resto, Ariyanto SE, Gerai Ulam Tirta Resto & Rest Area, Jalan Tegal Turi 2 Giwangan, Umbulharjo, Jogjakarta, kemarin.

PT Kunci merupakan perusahaan mitra PT LEU Ritel Indonesia yang membawahi gerai LEU Mart untuk melakukan sosialisasi bisnis ritel di seluruh Indonesia. Dalam MoU tersebut PT Kunci menunjuk Ariyanto sebagai tim sosialisasi Leu Mart di seluruh Indonesia dan membentuk tim di setiap provinsi maupun kabupaten/kota.

Harry menjelaskan, pihaknya akan mendorong produk-produk UKM milik umat bisa terdistribusi secara benar dan termanajemen baik, dalam kemitraan dengan LEU Mart. Jadi, LEU Mart bukan sekadar memasarkan produk-produk UKM. Lebih dari itu melakukan pendampingan dan pemberdayaan terhadap UKM. “Dari perspektif itulah kami ingin penyerapan tenaga kerja lebih progresif di sektor ritel dan akan meningkat pesat. Inilah misi sekaligus solusi bagi kesenjangan sosial bagi bangsa ini,” katanya.

Guna mengembangkan LEU Mart secara masif, Harry mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat menjadi mitra. Apalagi konsep bisnis yang ditawarkan LEU Mart sangat murah efisien dibandingkan bisnis-bisnis lainnya. Begitu juga sistem konsinyasi, didukung dengan sistem IT yang terintegrasi dan belum dimiliki ritel lain. “Pelatihan dan pendampingan para mitra pun gratis,” tandasnya.

Dijelaskan pula, keunggulan LEU Mart dapat bernegoisiasi secara langsung kepada para prinsipal, seperti Mayora, Orang Tua, Garuda Food, Indofood, Unilever, Wings, Central Pertiwi Bahari/Fiesta, dan lain-lain. Pun, didukung penuh oleh PT Pos Logistik, Infomedia Telkom, Telkom Sigma, dan BNI Syariah sebagai mitra kerja. “Ini menjadikan LEU Mart mampu menghadirkan beragam produk dengan harga kompetitif,” papar Harry.

Ariyanto mengatakan, pihaknya memiliki target membuat 100 gerai LEU Mart di wilayah DIY. Ia ingin melakukan pemerataan gerai di wilayah kabupaten Bantul, Kulonprogo, Sleman, Gunung Kidul, dan Kota Jogjakarta. Ia optimis target tersebut akan terwujud dalam kurun waktu sebulan hingga dua bulan mendatang. “Kami akan melakukan sosialisasi, mengajak seluruh lapisan masyarakat secara individu maupun lembaga untuk andil dalam bisnis ritel ini. Secara riil akan kita gandeng lembaga-lembaga seperti koperasi, pesantren, BMT, serta intitusi lainnya,” tegasnya.

Keunggulan LEU Mart, imbuh Ariyanto, produknya menggunakan sistem konsinyasi, tidak ada franchise, tidak ada royalti untuk prinsipal. UMKM juga tidak dibebani listing fee atau biaya produk untuk dipajang di rak. “Selain itu, justru ada pendampingan mitra LEU Mart hingga sukses,” pujinya lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan