Shalawat Kebangsaan Perkokoh Pancasila

Pancasila: Sejumlah anak muda yang tergabung dalam ABG (Aliansi Bela Garuda) menggelar Shalawat Kebangsaan di perempatan Tugu Pal Putih Jogjakarta, Minggu (3/6), menyambut Hari Lahir Pancasila yang selalu diperingati setiap 1 Juni.

Pancasila: Sejumlah anak muda yang tergabung dalam ABG (Aliansi Bela Garuda) menggelar Shalawat Kebangsaan di perempatan Tugu Pal Putih Jogjakarta, Minggu (3/6), menyambut Hari Lahir Pancasila yang selalu diperingati setiap 1 Juni.

JOGJA – Perempatan Tugu Pal Putih Jogjakarta, Minggu (3/6) sore, sontak menjadi meriah. Selain sejumlah chef yang membagikan takjil gratis, sejumlah anak muda yang tergabung dalam ABG (Aliansi Bela Garuda) menggelar aksi yang mereka sebut sebagai Shalawat Kebangsaan guna memperingati Hari Lahir Pancasila.

Kendati Hari Lahir Pancasila jatuh tepat dua hari sebelumnya, atau 1 Juni, namun aksi yang dimeriahkan dengan penampilan satu bregada prajurit ala keraton serta beberapa penari mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia) Jogjakarta, itu sempat mengundang perhatian warga masyarakat yang sore itu melewati perempatan Tugu yang sangat ikonik itu.

Shalawat Badar pun sempat mengumandang di pusat kota Jogja itu, dibawakan oleh beberapa orang anggota Banser NU. Aksi yang antara lain mengusung toleransi serta pean damai dari Jogjakarta itu diakhiri dengan pembagian takjil secara gratis bagi warga masyarakat yang kebetulan melintas. Menimbulkan sedikit kemacetan lalu lintas, memang. Akan tetapi tak ada protes dari para pengguna jalan karena para anak muda yang tergabung dalam ABG itu mengusung Pancasila dalam pesan mereka.

“Momentum peringatan lahirnya Pancasila pada 1 Juni menjadi tonggak untuk menegaskan ke-Indonesia-an. Pancasila perlu dijiwai oleh setiap anak bangsa karena masih ada kelompok masyarakat yang menganggap Pancasila belum final dan mau mengganti sistem negara demokrasi Pancasila dengan khilafah,” ujar Totok Ispurwanto SH selaku Sekretaris ABG.

Jogjakarta, imbuhnya, merupakan kota yang beragam dan toleran terhadap berbagai perbedaan. Pun, merepresentasikan keragaman suku, agama, dan golongan. “Melalui kegiatan Shalawat Kebangsaan ini kami mengajak semua elemen bangsa untuk terus mengedepankan nilai-nilai budaya tepa selira atau toleransi antar-sesama anak bangsa untuk hidup harmonis dan damai,” tegas Totok.

Dalam pernyataan sikapnya, ABG menandaskan, mendorong semua elemen bangsa Indonesia memegang teguh Pancasila sebagai sendi dan dasar kehidupan bernegara dan berbangsa. Mendorong semua elemen bangsa yang berbeda-beda mewujudkan toleransi dengan tepa selira dalam kehidupan sehari-hari. Mengajak semua elemen bangsa mengedepankan kedamaian dan mencegah konflik yang memecah persatuan dan kesatuan.

ABG juga menyatakan, mendorong semua elemen bangsa menolak secara tegas berbagai upaya penggantian Pancasila sebagai dasar negara dengan sistem khilafah dan sistem serta ideologi lainnya. Mengajak semua elemen bangsa dari Jogjakarta untuk mengembangkan persaudaraan kemanusiaan dan kebangsaan guna mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan