SMAN 10 Mantapkan Sebagai Sekolah Berbasis Multi Kultural

Karya Lukis: Sebagian dari 150 karya lukis siswa SMAN 10 Jogjakarta, menyambut HUT ke-66 sekolah tersebut.

Karya Lukis: Sebagian dari 150 karya lukis siswa SMAN 10 Jogjakarta, menyambut HUT ke-66 sekolah tersebut.

JOGJA – Menyambut HUT (hari ulang tahun) ke-66, SMA Negeri 10 Jogjakarta menggelar berbagai kegiatan siswa yang berbasis seni budaya. Selain memantapkan sebagai sekolah berbasis multi kultural, aneka kegiatan itu juga untuk mengangkat potensi non akademik yang dimiliki para siswa.

Sebenarnya, HUT sekolah tersebut jatuh pada tanggal 1 September. “Tapi karena tanggal itu kemarin hari Sabtu, kemudian Minggu, maka peringatannya kami jatuhkan pada hari Senin ini. Sekalian diawali dengan upacara Senin,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 10 Jogjakarta, Basuki MPd, didampingi Sekretaris Panitia Rinawati, di sekolah setempat, Senin (3/9).

Setelah upacara, dilangsungkan jalan sehat di sekitar lingkungan sekolah, di Ngupasan, Jogjakarta. Digelar pula lomba musik akustik, geguritan, menghias nasi tumpeng, bazar yang antara lain menampilkan 150 karya lukis siswa, serta bakti sosial pembagian paket sembako bagi masyarakat sekitar dan pedagang kaki lima di sekitar sekolah.

“Khusus untuk karya lukis siswa, pada 14-16 September besok, akan dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta. Selain karya lukis, akan tampil pula beberapa pertunjukan seni budaya, yang juga dilakukan oleh para siswa,” jelas Rinawati seraya menyatakan, pameran tersebut khusus digelar untuk menyambut HUT ke-66 SMAN 10 Jogjakarta.

Tema lukisan yang dibuat oleh para siswa bertemakan Budaya Nusantara. “Itu sesuai dengan ciri sekolah kami yang berbasiskan multi kultural. Serta sebagai sekolah Adiwiyata sehingga kami memang menonjolkan kegiatan yang menekankan bidang seni budaya,” timpal Basuki.

Basuki pun mengaku sedikit terkejut, karena ternyata potensi anak didiknya di bidang non akademik sangat besar. “Tidak menyangka hanya diberi waktu dua hingga tiga hari, anak-anak mampu menghasilkan seratus lima puluh karya lukis. Jika sekolah lain berprestasi di bidang akademik, potensi siswa kami ternyata lebih besar di non akademik,” tegasnya.

Hal itu juga diketahui setelah para siswa diberi kebebasan untuk berekspresi. “Tema yang diberikan ternyata tidak membatasi anak-anak untuk berekspresi secara bebas. Hal itu menegaskan jika potensi non akademik para siswa sangatlah besar,” tutur Basuki seraya mengemukakan, untuk tema besar HUT ke-66 tahun ini, Dengan Peringatan HUT Ke-66 Kita Wujudkan Generasi yang Mempunyai Kepedulian Sosial, Citarasa Seni, dan Peduli Lingkungan. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan