Standardisasi Tingkatkan Daya Saing

SNI Corner: (kiri-kanan) Bambang Prasetya, Fathul Wahid, Zakiyah menjelaskan seputar keberadaan SNI Corner di kampus UII, Jogjakarta, Senin (2/7).

SNI Corner: (kiri-kanan) Bambang Prasetya, Fathul Wahid, Zakiyah menjelaskan seputar keberadaan SNI Corner di kampus UII, Jogjakarta, Senin (2/7).

JOGJA – Standardisasi menjadi hal utama di era persaingan bebas seperti sekarang ini. Kepemilikan standard atas suatu produk, barang maupun jasa, akan meningkatkan daya saing. Terlebih jika hubungan ekonomi itu menyangkut dengan negara asing. Pengetahuan serta pemahaman secara dini, sejak mahasiswa, diyakini akan membuat daya saing Indonesia menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Kami meyakini, lulusan perguruan tinggi yang paham tentang standar, akan menjadi sosok yang luar biasa. Jika kelak mereka berada atau memiliki perusahaan, pasti akan memiliki daya saing tinggi,” ujar Kepala BSN (Badan Standardisasi Nasional), Bambang Prasetya, di sela meresmikan SNI Corner, di kampus UII, Jogjakarta, Senin (2/7).

Dengan keberadaan SNI Corner, imbuh Bambang, mahasiswa, dosen maupun seluruh sivitas akademika UII, bahkan masyarakat umum akan bisa mengakses segala sesuatu yang berkaitan dengan standardisasi secara gratis. “Penguasaan informasi mengenai seluk-beluk standard, sekali lagi, akan meningkatkan daya saing mereka,” tegasnya.

Ia pun mengemukakan, ada beberapa hal menyangkut standardisasi yang di Indonesia kemudian mewujud dalam bentuk label SNI (Standard Nasional Indonesia). Masing-masing standard terhadap barang, terhadap jasa misalnya menyangkut kuliner, perhotelan, dan lain-lain, standard menyangkut sistem manajemen mutu, standard profesi yang biasanya berwujud sertifikasi, serta standard proses.

Betapa penting kepemilikan standard jika itu menyangkut persaingan. Sayangnya, kesadaran masyarakat mengenai standard hingga saat ini masih perlu terus didorong. “Karena itulah SNI Corner ini didirikan. Kami juga berterimakasih dengan UII yang telah secara mandiri membangun SNI Corner ini,” tutur Bambang kemudian.

Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Zakiyah mengatakan, SNI Corner di UII merupakan SNI Corner pertama di Jogjakarta, atau ke-27 secara nasional dan ini merupakan corner kedua yang berkategori mandiri. “Berikutnya, baru kami akan meresmikan SNI Corner di UGM,” jelasnya.

Melalui corner tersebut, mahasiswa maupun dosen bisa mengakses segala rupa informasi seputar standardisasi. “Semuanya cuma-cuma. Bahkan bisa diakses pula sejumlah aturan standardisasi di berbagai negara. Tentu itu akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun dosen, ketika hendak melakukan penelitian, misalnya,” ujar Zakiyah.

Sedangkan kategori mandiri, lanjut Zakiyah, UII menyediakan seluruhnya pengadaan perangkat keras yang dibutuhkan, sementara BSN hanya bertanggungjawab terhadap isi informasi di dalamnya. “Pengalaman dari perguruan tinggi lain, terkadang mereka yang justru mengajukan usulan mengenai standardisasi yang telah dilakukan BSN selama ini. Jadi, ada saling mengisi,” tandasnya.

Rektor UII Fathul Wahid pun mengaku gembira dengan diresmikannya SNI Corner yang terletak di Perpustakaan Pusat UII itu. “Banyak program studi yang bisa ditautkan dengan keberadaan corner ini. Jika akses informasi tentang standardisasi meningkat, kami meyakini kapasitas mahasiswa pun akan meningkat pula,” katanya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan