Stipram Masuk ‘Techno-Park University’

 IMG_20161202_174248
 Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
 Suhendroyono (kiri) dan dua orang pengelola Stipram lainnya di depan field laboratory di Kaliurang Jogjakarta.
JOGJA – Keberadaan Laboratorium Lapangan, Field Laboratory, menjadi sesuatu yang sangat penting bagi Stipram (Sekolah Tinggi Parwisata Ambarrukmo) Jogjakarta. Terutama bagi mahasiswa agar lebih banyak merasakan praktik sebelum masuk ke dunia kerja. Keberadaan labororium itu pula yang kemudian membuat Kopertis V DIY memasukkan Stipram sebagai salah satu ‘Techno-Park University’ di Jogjakarta.
“Kopertis memang mengkategorikan kami sebagai ‘Techno-Park University’, selain dua perguruan tinggi swasta yang lain, Instiper dan Amikom,” ungkap Ketua Stipram, Suhendroyono, di sela meninjau penyelesaian pembangunan laborrium lapangan yang mereka miliki, di kawasan wisata Kaliurang Jogjakarta, Rabu (30/11).
Jika Stipram memiliki Field Laboratory tersebut, tutur Suhendroyono, maka Instiper dikategorikan sebagai Techno-Park University karena memiliki perkebunan di daerah Ungaran, Jawa Tengah, sebagai laboratorium lapangan. Sedangkan Amikom karena memiliki studio film.
Membangun Field Laboratory bagi Stipram tentu bukan sekadar untuk gagah-gagahan tetapi memang benar-benar dimaksudkan untuk menunjang pengembangan kapasitas dan kompetensi mahasiswa. “Kami juga menginginkan keberadaan laboratorium ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar, yang juga bergerak dan menjual jasa pariwisata meski secara konvensional,” ujar Suhendroyono.
Kaliurang telah menjadi ikon wisata sejak puluhan tahun ini namun masyarakatnya sebagai penggerak denyut wisata di kawasan itu masih menjalankannya secara konvensional, kalau tak boleh dibilang tradisional. “Karena itulah kami ingin hadir di tengah masyarkat untuk bersama-sama mengembangkan kawasan wisata Kaliurang dengan cara-cara yang lebih kekinian. Paling tidak, mampu mengikuti apa yang dimaui pasar,” tandas Suhendroyono.
Sejak Februari 2016, Stipram memulai membangun Field Laboratory tersebut. Kendati ditargetkan baru akan selesai secara keseluruhan pada akhir tahun ini, tetapi selama ini bangunan itu pun sudah dipergunakan oleh beberapa kalagan. Bagunan itu memang multi fungsi. Selain bisa dimanfaatkan sebagai gedung pertemuan, tempat menggelar MICE, juga dilengkapi dengan beberapa kamar untuk menginap. (rul)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan