Stunting Perlu Intervensi Teknologi Informasi

izzati muhimah
JOGJA – Indonesia masuk dalam lima besar dunia sebagai negara penyandang gizi buruk dan stunting terbanyak. Bahkan stunting pada balita sudah melebihi batas toleransi WHO. Sinergitas multi stakeholder menjadi perlu dan tak terpisahkan manakala pelayanan perawatan kesehatan menggunakan aplikasi berbantu Teknologi Informasi.

“Pelayanan Perawatan Kesehatan menggunakan aplikasi berbantu Teknologi Informasi diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap makanan, pola asuh dan pelayanan kesehatan serta menimalkan segala bentuk malnutrisi,” ujar Ketua Prodi Teknik Informatika Program Magister FTI UII, Jogjakarta, Izzati Muhimmah ST MSc PhD, di kampus setempat, Sabtu (3/11).

Kementerian Kesehatan memaparkan, tiga aspek yang menjadi penyebab gizi buruk dan stunting, rendahnya akses terhadap makanan, pola asuh, dan pelayanan kesehatan. Permasalahan gizi buruk dan stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting merupakan permasalahan yang harus menjadi perhatian semua pihak.

Stunting juga merupakan kondisi gagal tumbuh secara normal pada anak balita akibat kekurangan gizi yang kronis, sehingga anak tumbuh terlalu pendek. Pertumbuhan yang tidak wajar ini disebabkan tidak terpenuhinya gizi seimbang pada anak balita ketika masih dalam kandungan dan sejak dilahirkan.

Pemerintah dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Menengah Nasional) menargetkan, penurunan dari prevalensi stunting dari status awal 32,9 persen, turun menjadi 28 persen pada 2019 mendatang. Tantangan pemerintah saat ini cukup besar. Tingginya angka stunting menjadi indikator tingginya kejadian gizi buruk di negara ini

Sinergitas multi stakeholder, Kedokteran, Farmasi, dan Teknologi Informasi menjadi perlu dan bagian yang tak terpisahkan, selaras dengan isu dalam SDGs (Sustainable Development Goals).

Karenanya Pusat Studi Informatika Medis Program Studi Teknik Informatika, Program Magister FTI UII bekerjasama dengan RSU Islam Harapan Anda, Tegal dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Alma Ata Jogjakarta, memandang perlu dan berinisiatif melaksanakan SNIMed (Seminar Nasional Informatika Medis) 2018.

“Mengambil tema Dukungan Teknologi Informasi Untuk Pemecahan Masalah Di Bidang Kesehatan dan Gizi, seminar antara lain dimaksudkan sebagai upaya pengembangan keilmuan yang melibatkan bidang Kedokteran, Farmasi dan Teknologi Informasi,” tutur Izzati kemudian.

Selain mengundang beberapa narasumber, seminar di kampus FTI UII, Sabtu (3/11), itu juga menjaring gagasan solusi IT untuk pemecahan masalah kesehatan dan gizi yang dipresentasikan oleh peserta seminar dari berbagai institusi. Para pemakalah itu telah lolos tahap review oleh pakar di bidang informatika medis.

Solusi yang ditawarkan sangat beragam. “Di antaranya, sistem informasi dan sistem cerdas untuk pendukung diagnosis, penentuan menu pasien, dosis obat, hingga pemantauan infeksi di RS. Beberapa karya ilmiah juga menawarkan bahasan sains data untuk pengelompokan kualitas layanan kesehatan. Bahkan, ada pula beberapa usulan aplikasi game untuk promosi kesehatan,” papar Izzati lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan