Sukses Itu Bukan Tujuan Tapi Perjalanan

 IMG_20161216_114614
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
JOGJA – Semua orang menginginkan kesuksesan, namun yang terjadi sukses begitu sulit diraih. Tentu karena banyak orang memiliki cara pandang yang keliru tentang sukses. Beberapa orang menganggap sukses ketika ia berhasil lulus dari bangku kuliah. Atau, jika berhasil menjadi suami yang kaya raya. Atau malah jika berhasil mencapai indeks prestasi di atas tiga.
“Pandangan-pandangan tersebut salah, sukses is not destination, sukses adalah journey, sukses itu sebuah perjalanan. Sukses adalah peta perjalanan diri yang kita buat sendiri dengan penuh kesadaran. Bukan tujuan,” ujar Dr Adi W Gunawan CCH, President of Adi W Gunawan Institute of Mind Technology, pada seminar ‘Pengembangan Diri’, di Sekolah Pascasarjana UGM, Kamis (15/12).
Untuk sukses, lanjutnya, orang tidak perlu mengikuti orang lain. Taruhlah seseorang yang merancang menyelesaikan kuliah selama dua tahun, maka setiap langkah yang kecil yang tertuang dalam break down kegiatan untuk merampungkan kuliah itu merupakan sukses.
“Satu demi satu kegiatan itu adalah sukses. Jadi seperti saya kemarin minta tandatangan proposal untuk disertasi, beberapa dosen membubuhkan tanda angan, itu bagi saya sudah sukses satu demi satu. Penting diperhatikan sukses bukan tujuan akhir,  sukses merupakan perjalanan karena itu perlu dipersiapkan,” katanya.
Bila sukses hidup adalah perjalanan maka orang tetap butuh target akhir. Target inilah yang terkadang tidak dimiliki banyak orang, mereka rata-rata tidak memiliki target yang jelas. Karena itu, setiap yang sukses diharapkan memiliki impian. Jika perlu, impian-impian tersebut ditulis agar tidak lupa.
Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Ir Suryo Purwono MASc PhD, menyambut baik penyelenggaraan seminar ersebut dan diharapkan mampu menambah ilmu mahasiswa pascasarjana sehingga menjadi lulusan yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pembangunan, dengan pendekatan yang holistik.
“Melalui pengembangan pengetahuan interdisipliner dan dengan penguasaan teoritik dan praktis, diharapkan lulusan sesuai standar, yang pada akhirnya akan mampu mengembangkan kurikulum dalam rangka mendukung program pendidikan Sekolah Pascasarjana UGM,” tutur Suryo kemudian. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan