Taiwan Bidik Mahasiswa Indonesia

THEF 2019, di Sportorium UMY, Rabu (24/4).

THEF 2019, di Sportorium UMY, Rabu (24/4).

JOGJA – Taiwan terus gencar mempromosikan perguruan tinggi mereka bagi mahasiswa asing, termasuk mahasiswa asal Indonesia. THEF (Taiwan Higher Education Fair) 2019, di Sportorium UMY, Rabu (24/4), menjadi salah satu upaya untuk menggaet lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia untuk studi lanjut ke negeri itu.

“Ini merupakan pameran kali kedua di UMY bekerjasama dengan Taipei Economic & Trade Office,” tutur Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP, seraya mengemukakan, tak kurang dari 15 institusi perguruan tinggi asal Taiwan mengikuti pameran tersebut.

Menargetkan 2.000 pengunjung terdiri dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, dan masyarakat umum, THEF menjadi kesempatan emas bagi siswa-siswi maupun mahasiswa untuk menggali informasi tentang beasiswa dan studi lanjut di Taiwan. Tersedia pula doorprize menarik bagi pengunjung yang beruntung.

“Taiwan memiliki banyak perguruan tinggi yang menempati peringkat di atas lima ratus dunia. Ini menunjukkan Taiwan memiliki kualitas dan memang kita harus belajar banyak. Karena itulah pameran ini digelar antara lain guna memberi informasi beasiswa bagi siswa SMA, sarjana, pascasarjana yang ingin melanjutkan studi mereka,” tutur Gunawan.

Khusus untuk UMY, menurut Gunawan, tak kurang dari 19 dosen saat ini sedang menempuh studi lanjut di Taiwan. Berikutnya, UMY baru saja memberangkatkan sekitar 25 orang lagi untuk belajar ke Taiwan. Sementara, ada sembilan mahasiswa asal taiwan yang saat ini sedang menempuh studi di UMY.

Tak hanya pameran, diselenggarakan pula diskusi antar-pimpinan universitas. Dengan harapan mampu menghasilkan kerjasama lebih erat lagi antara UMY dengan universitas-universitas Taiwan yang berpartisipasi dalam THEF 2019.

Tak kurang dari 11.900 orang mahasiswa asal Indonesia saat ini menempuh studi di Taiwan. Biaya yang murah serta lingkungan yang nyaman bagi seorang muslim, antara lain menjadi daya tarik yang dipergunakan Taiwan untuk lebih banyak menarik mahasiswa asal Indonesia belajar ke Taiwan.

“Sistem transportasi ke kampus-kampus sangat mudah. Tempat makan halal banyak tersedia. Di kampus-kampus pun pasti disediakan ruangan berdoa bagi mahasiswa muslim. Sedangkan untuk biaya kuliah, dibandingkan dengan Singapura, satu tahun biaya kuliah di Singapura bisa dipergunakan kuliah tujuh tahun di Taiwan,” ungkap President Shih Chien University, Taiwan, Dr Michael JK Chen. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan