Teknologi Ini Membuat Nyaman Era Industri 4.0

ICRIEMS: Prof Ferry Butarbutar PhD asal Sam Houston State University, USA berbicara di hadapan peserta 5th ICRIEMS, yang digelar FMIPA UNY, di Eastparc Hotel Jogjakarta, Senin - Selasa (7-8/5).

ICRIEMS: Prof Ferry Butarbutar PhD asal Sam Houston State University, USA berbicara di hadapan peserta 5th ICRIEMS, yang digelar FMIPA UNY, di Eastparc Hotel Jogjakarta, Senin – Selasa (7-8/5).

JOGJA – Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi seperti nano sains, nano teknologi, dan sebagainya memberikan banyak keuntungan dalam berbagai aspek kehidupan, yang membuat manusia lebih nyaman untuk terlibat dalam revolusi industri 4.0. Namun, harus tetap waspada terhadap masalah yang muncul di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, seperti pertumbuhan populasi yang tinggi, kekurangan sumber pangan dan air, kemiskinan, dan lain-lain.

“Persoalan yang muncul di berbagai belahan dunia itu perlu pula dipikirkan,” ujar Wakil Rektor I UNY, Prof Dr Margana saat membuka 5th ICRIEMS (International Conference on Research, Implementation, and Education of Mathematics and Science), di Eastparc Hotel Jogjakarta, Senin (7/5). Konferensi yang diselenggarakan FMIPA UNY itu berlangsung dua hari hingga Selasa (8/5).

Salah satu upaya untuk mengatasinya, lanjut Margana, dengan mengadakan penelitian dan menyebarkan hasilnya dalam pertemuan akademik seperti konferensi ini. “UNY melalui FMIPA memiliki keinginan untuk merevitalisasi perkembangan penelitian dan pendidikan Matematika dan IPA untuk inovasi dan perkembangan sosial,” tegasnya.

Pada konferensi bertemakan Revitalizing Research and Education on Mathematics and Science for Innovations and Social Development dan diikuti sekitar 600 orang dosen, peneliti, mahasiswa, guru, hingga praktisi itu mengundang Muammer ÇALIK dari Karadeniz Technical University, Turkey sebagai pemakalah utama.

Karena masyarakat membutuhkan sains, tutur Muammer, mendorong sains dan masyarakat saling memengaruhi satu sama lain. “Berbagai perkembangan ilmiah dan teknologi baru-baru ini telah membawa kehidupan yang lebih baik, seperti kesehatan, akses ke makanan yang aman, pasokan energi, dan kehidupan sosial atau sarana komunikasi lainnya untuk orang-orang di seluruh dunia,” katanya.

Namun, imbuh Muammer, perkembangan itu juga telah memunculkan perdebatan tentang risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Artinya, selain sains memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas kehidupan, sebagian masyarakat juga merasa prihatin tentang potensi dampak negatif sains terhadap masyarakat. Oleh karena itu, keputusan tentang penggunaan ilmu pengetahuan yang tepat di masyarakat merupakan sebuah tantangan.

Isu-isu sosial yang kontroversial berkaitan dengan penggunaan ilmu pengetahuan – yang disebut dengan masalah sosiosains – pada umumnya melibatkan perdebatan di antara para ahli ilmiah, politisi, dan warga dalam pengambilan keputusan tentang penggunaan sains dan teknologi. Adanya tuntutan keterampilan abad ke-21, berupa pemikiran kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, argumentasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, membuat organisasi pendidikan sains dan kurikulum sains memberi perhatian lebih untuk menerapkan masalah sosiosains dalam pembelajaran sains.

Banyak penelitian telah menggunakan berbagai isu sosiosains, misalnya pengobatan alternatif, perubahan iklim atau pemanasan global, pembangkit listrik tenaga nuklir, kloning manusia, organisme hasil rekayasa genetika, terapi gen, keanekaragaman hayati, pembangkit listrik tenaga air, pertanian organik, transportasi organ, saluran transmisi listrik overhead, ponsel, vaksinasi massal, suplemen makanan, pariwisata di tempat bersejarah, dan hujan asam, untuk mengembangkan keterampilan abad 21 ini yang merupakan komponen penting dari literasi sains.

Pemakalah utama lainnya, Prof Ferry Butarbutar PhD dari Sam Houston State University, USA, Prof Dr Eng Khairurrijal MSi dari ITB, Bandung, dan Prof Dr Fang-Ying Yang dari National Taiwan Normal University, Taiwan. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan