Teknologi Masa Depan untuk Akar Rumput, Adakah

Ariel Thng (kiri) dan Indra Haryadi

Ariel Thng (kiri) dan Indra Haryadi

JOGJA – Teknologi, terutama teknologi masa depan, seringkali dikaitkan dengan masyarakat yang serba canggih. Blockchain, sebuah teknologi digital terbaru siap mengubah persepsi itu. Bahkan masyarakat akar rumput yang selama ini dianggap jauh dari sentuhan teknologi pun bisa memanfaatkannya.

“Para petani sekalipun sangat bisa memanfaatkan teknologi blockchain. Sejak pengolahan lahan hingga pengembangan pemasaran produk mereka,” ujar CEO Hacklab Rock, Indra Haryadi, di sela acara Blockchain Cryptocurrency Talks and Networking (BCTN 1.0 AKAR), di Jogjakarta, Jumat (7/12).

Bertajuk Blockchain for Grassroots, sejumlah pakar maupun tokoh teknologi blockchain nasional maupun internasional selama dua hari, sejak sehari sebelumnya, memang berkumpul di Jogjakarta. Terutama guna memperkenalkan teknologi yang mereka anggap sebagai teknologi digital terbaru saat ini.

“Tak kurang dari enam belas orang tokoh blockchain dihadirkan sebagai pembicara. Dan untuk kali pertama pertemuan ini digelar di Jogjakarta, karena kami meyakini banyak sekali talenta muda di koa ini. Kami ingin berbagi pengetahuan sekaligus bertukar pengalaman dengan anak-anak muda itu,” tutur co Founder Nakka, Ariel Thng, asal Singapura.

Indra meyakini, blockchain akan segera familiar di kalangan masyarakat. “Kendati merupakan teknologi baru, kami meyakini blockchain akan segera diterima,” ujarnya seraya menganalogikan, pada awalnya dulu masyarakat juga tidak mengetahui soal teknologi internet tapi sekarang hampir semua orang menggunakannya.

Selain membahas soal teknologi blockchain beserta seluruh seluk-beluknya, yang terpenting pada pertemuan kali pertama itu adalah memperkenalkan. “Sekaligus membangun kepedulian terhadap pengembangan teknologi blockchain,” timpal Indra sambil mengemukakan, tak kurang dari 550 orang peserta, terdiri dari anak-anak muda, tamu undangan, pakar, dari sedikitnya 12 komunitas dihadirkan pada acara tersebut.

Konferensi blockchain itu pun dianggap unik karena langsung punya dampak di masyarakat. Melalui teknologi terdepan itu, kita bisa memberdayakan petani. Karena itu tema tersebut sengaja diangkat untuk memperkenalkan blockchain sebagai teknologi masa depan dan bermanfaat untuk membantu masyarakat di kalangan akar rumput. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan