Terbuka Luas Peluang Asuransi Jiwa

JOGJA – Kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan asuransi masih sangat rendah. Tak terkecuali asuransi jiwa. Jumlah warga Indonesia yang memiliki asurasi jiwa masih kurang dari lima persen dari total jumlah penduduk. Karena itu, peluang pasar asuransi jiwa masih sangat terbuka lebar. Terlebih, potensi untuk asuransi tersebut sangat besar.

“Kami sebagai perusahaan penyedia jasa asuransi terus berupaya mengembangkan asuransi jiwa. Terutama untuk kelompok masyarakat yang bergerak sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah,” ujar Direktur Utama Bhinneka Life, Wiroyo Karsono, di sela perhelatan bertajuk Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri, di Jogjakarta, Minggu (29/4).

Melalui prosedur yang dibuat sesederhana mungkin, imbuh Wiroyo, ditawarkan asuransi jiwa dengan premi sangat terjangkau yakni Rp 50.000 per tahun, tapi dengan manfaat sangat besar. “Bukan hanya manfaat untuk kematian, namun asuransi yang kami tawarkan termasuk pula untuk kesehatan dan pendidikan,” tuturnya kemudian.

Perhelatan di Jogjakarta merupakan gelaran pertama sebelum acara serupa

Asuransi: Dirut Bhinneka Life Wiroyo Karsono (jongkok) saat bercengkerama dengan anak-anak di sela perhelatan 'Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri', di Jogjakarta, Minggu (29/4).

Asuransi: Dirut Bhinneka Life Wiroyo Karsono (jongkok) saat bercengkerama dengan anak-anak di sela perhelatan ‘Bhinneka Life Simfoni untuk Negeri’, di Jogjakarta, Minggu (29/4).

digelar di berbagai kota. “Melalui acara yang akan kami gelar di beberapa kota itu diharapkan masyarakat akan lebih mengenal Bhinneka Life. Kami juga akan terus berupaya menjadi perusahaan yang terpercaya, yang mampu menjangkau semua lapisan masyarakat. Terutama menengah ke bawah,” tegas Wiroyo.

Dengan jumlah agen tak kurang dari 18.000 orang dan lebih dari 300 kantor di seluruh Indonesia, Wiroyo meyakini, perusahaan asuransi yang dipimpinnya bisa berkembang pesat. Mengingat pula sejak beroperasi pada Maret 2017 hingga akhir April 2018, tercatat 92.000 polis yang telah terjual. “Dan kami sangat meyakini, Jogja sangat layak untuk mengembangkan asuransi jiwa,” katanya lebih jauh.

Berdasarkan pengalaman dan gambaran masyarakat, Bhinneka Life sangat mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. “Misi utama kami selalu bekerja dan memberikan pelayanan berorientasi kepada nasabah. Dan yang terpenting dari semuanya itu adalah persoalan klaim. Kami mengupayakan, klaim yang sederhana akan bisa selesai dalam hitungan jam bahkan menit,” janji Wiroyo.

Sejak didirikan pada Oktober 2016, Bhinneka Life telah memiliki 25 kantor wilayah dan 358 kantor pemasaran di seluruh Indonesia, serta melindungi lebih dari 92.000 pemegang polis. Hingga akhir 2017, Bhinneka Life telah mendapatkan laba komprehensif senilai Rp 11,4 miliar dengan tingkat RBC (Risk Based Capital) 417 persen, jauh melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yaitu 120 persen. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan