Terorisme Bukan Lelucon

Sukamta

Sukamta

JOGJA – Aksi terorisme merupakan fakta yang telah menghilangkan banyak jiwa dari masyarakat maupun aparat keamanan. Tidak semestinya aksi kejahatan teroris dipakai sebagai bahan lelucon. Terorisme merupakan ancaman serius terhadap ke-Indonesia-an kita. Wajah terorisme merupakan wajah yang tidak berperikemanusiaan, yang tidak menunjukkan kecintaan pada persatuan.

“Aksi terorisme harus kita sikapi bersama secara serius. Aksi terorisme telah merobek rasa kemanusiaan. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, saya mengajak seluruh komponen bangsa mengokohkan NKRI dan melawan segala bentuk terorisme,” ujar anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, saat bertemu dengan awak media, di Jogjakarta, Minggu (20/5) petang.

Menurut Sukamta yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, itu bukan waktunya saat ini untuk saling menuding satu sama lain, antar-sesama komponen bangsa yang sama-sama anti dengan terorisme. “Terorisme merupakan persoalan bahkan pekerjaan rumah bagi pemerintah yang harus segera diselesaikan. Pemerintah harus bergerak cepat menuntaskan dan menjelaskan semua kepada publik,” katanya.

Masyarakat harus mengetahui motif tindakan terorisme, keterkaitan dengan jaringan atau gerakan tertentu, siapa dalang dan apa tujuannya, target yang disasar, hingga sumber pendanaannya. Untuk menguak semua itu, Komisi I DPR RI berencana mengundang berbagai pihak, instansi terkait, seperti badan intelijen negara, badan siber dan sandi negara, maupun pihak terkait lainnya, guna mengkonfirmasi terkait data di lapangan hingga masih saja muncul aksi teror,” tandas Sukamta.

Eko Suwanto

Eko Suwanto

Terpisah, politisi muda PDI Perjuangan DIJ, Eko Suwanto mengemukakan, terorisme merupakan ancaman serius terhadap ke-Indonesia-an kita. Wajah terorisme merupakan wajah yang tidak berperikemanusiaan, tidak menunjukkan kecintaan pada persatuan. Wajah brutal dari pihak yang membenarkan diri sendiri dan mau menangnya sendiri, wajah yang mengabaikan orang lain. Terorisme merupakan wajah biadab yang mematikan rasa kemanusiaan. “Itulah mengapa terorisme bertentangan dengan hati rakyat Indonesia yang manusiawi, beradab berbudaya,” tuturnya.

Berbagai tindakan keji kaum teroris mulai dari pengeboman, pembunuhan dan tindakan brutal lainnya, nyata-nyata melukai hati nurani manusia Indonesia dan dunia. Dalam rangka menjaga kebahagiaan rakyat Indonesia, terorisme tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Penegakan hukum, pemberantasan dan pembasmian paham intolerasi, radikalisme dan terorisme harus diiringi pendidikan yang baik.

“Kita harus bentengi anak anak bangsa dari bahaya terorisme yang brutal dan laknat, dengan pendidikan Pancasila dan keagamaan yang benar. Penegakan hukum juga harus diiringi pembangunan mental dalam pemanfaatan dan penggunaan sosmed yang waras. Kita dukung pemerintah lakukan literasi medsos waras, patroli media dan penegakan hukum,” tegas Eko yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ itu.

Khusus tentang RUU Terorisme, kita dukung Presiden Jokowi untuk segera menyelesaikan. Kita juga dukung Presiden Jokowi menggunalan seluruh kekuatan negara, khususnya Polri dan TNI untuk membasmi penyakit bernama terorisme. “Masa depan bangsa Indonesia harus kita selamatkan. Oleh karena itu, ayo rakyat Indonesia bersatu-padu menjaga Indonesia dari ancaman terorisme,” pungkas Eko yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD DIJ itu. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan