The NextDev Jembatani Startup dan Investor

Pitching Day: Salah satu peserta startup sedang mempresentasikan aplikasi mereka di hadapan juri, pada pitching day program the NextDev, yang digagas Telkomsel, di Jogjakarta, Kamis (27/9).

Pitching Day: Salah satu peserta startup sedang mempresentasikan aplikasi mereka di hadapan juri, pada pitching day program the NextDev, yang digagas Telkomsel, di Jogjakarta, Kamis (27/9).

JOGJA – Banyak anak-anak muda kini yang mulai mengembangkan bisnis melalui sebuah aplikasi digital. Disebut startup. Untuk kali keempat, Telkomsel tahun ini kembali menggelar the NextDev. Ajang pencarian dan pengembangan startup teknologi di Indonesia.

“Kami mengajak para pengembang startup untuk menghadirkan dampak sosial positif bagi masyarakat. Sekaligus mempertemukan para pemenangnya nanti dengan investor,” jelas GM Sales Region Jawa Tengah & DIY Telkomsel, Retno Wardani, di sela acara talent scouting itu, di Jogjakarta, Kamis (27/9).

Program tersebut, imbuh Retno, memang diperuntukkan bagi startup yang sudah memulai bisnisnya tapi belum ketemu dengan investor untuk pengembangan lebih luas. “Melalui program CSR ini kami akan menghilangkan kesenjangan itu dengan mempertemukan mereka dengan investor,” tutur Retno seraya mengemukakan, ada program berbeda bagi anak muda yang baru memiliki ide dan belum memiliki aplikasi.

Melalui roadshow di tujuh kota, Jogjakarta, Surabaya, Semarang, Denpasar, Batam, Samarinda, dan Jakarta, ditargetkan terpilih 20 startup terbaik. “Itu target awal. Bisa saja lebih jika dalam perjalanan, dalam penjurian nantinya terpilih lebih dari duapuluh pemenang,” tandas Retno.

Para pemenang tersebut nantinya akan dipertemukan dengan investor di Jakarta. “Melalui pertemuan itulah para startup diharapkan akan bisa mengembangkan aplikasi yang mereka punyai sehingga dampak sosial positif bagi masyarakat bisa lebih meluas maupun lebih terasa,” papar Retno kemudian.

Program CSR tersebut memang mempersyaratkan, utamanya aplikasi yang mampu menghadirkan dampak sosial positif. Beberapa contoh kategori sebagai dasar pengembangan solusi, yang merefleksikan berbagai bidang yang menyentuh aspek kehidupan masyarakat secara langsung, antara lain pendidikan, pemerintahan, lingkungan, kesehatan, transportasi, pariwisata, energi, agrikultur, dan perdagangan.

Para peserta di masing-masing kota akan mempresentasikan ide-ide brilian mereka dalam pitching day, dengan juri terdiri dari Yoris Sebastian (Founder OMG Consulting), Dennis Adishwara (Founder & CEO Layaria Network), Alamanda Shantika (Founder Binar Academy), Valencia Dea (Principal of ANGIN), dan Alfatih Timur (CEO KitaBisa.com).

“Para juri tersebut akan menentukan startup-startup terbaik dari setiap kota yang akan berkompetisi pada Final Pitching Day di Jakarta pada Oktober 2018,” jelas Retno seraya menyatakan, untuk pendaftar di Jogjakarta ada 83 startup kemudian diseleksi tinggal 20 startup yang mengikuti pitching day.

Startup yang mengikuti pitching day di Jogjakarta, meliputi DesignForDream, CelenganProperty, Neurafarm (Dr Tania), TemanDokter, Artenov, Lunaz, Eclipse, IvenFrame, Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), Wozmi, Naree, Neurabot, 1010Dry, CitaIndonesia, ToBe Farm, Lift Up, Parooh, Kodi, Yoofix, dan Farming ID.

Duapuluh startup terbaik secara nasional nantinya berkesempatan mengikuti program pengembangan bisnis The NextDev Academy, serta memperoleh hadiah dan fasilitas pengembangan startup, meliputi Seed Fund (seed funding untuk startup terbaik), Investors (akses ke angel investor & Venture Capital/VC), dan Mentoring (mentor yang didedikasikan khusus startup).

Penghargaan lainnya berupa Knowledge (training dari pakar dan praktisi startup), Marketing (peluang kerjasama strategis dengan Telkomsel dan akses pelanggan), Media Publication (akses ke media untuk publikasi yang meluas), serta Trip & Experience (kesempatan mengunjungi perusahaan digital terbaik di dunia). (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan