Tim Debat UAD Bidik Thailand

Wakil Rektor III UAD, Abdul Fadlil, di antara anggota Deco.

Wakil Rektor III UAD, Abdul Fadlil, di antara anggota Deco.

JOGJA – Berbekal menjadi juara di berbagai lomba debat, tim Debat UAD berupaya menjadi yang terbaik di tingkat provinsi sehingga akan bisa maju ke tingkat nasional. Bahkan Deco (Debating Community) berambisi menjadi juara nasional dan mewakili Indonesia ke ajang debat internasional di Thailand akhir tahun ini.

“Ke luar negeri, boleh saja. Tapi harus benar-benar siap sehingga dukungan universitas tak akan sia-sia,” ujar Wakil Rektor III UAD, Abdul Fadlil, saat mendampingi Deco UAD berbincang dengan wartawan, di kampus setempat, beberapa waktu lalu.

Mengapresiasi prestasi tim mahasiswa itu yang berhasil menjuarai sedikitnya empat lomba pada tahun ini, Fadlil pun mengemukakan, pihak universitas akan mendukung sepenuhnya guna menunjang pengembangan prestasi para mahasiswa itu.

“Kami sangat menghargai. Kami pun mengetahui, para mahasiswa yang tergabung dalam tim debat itu telah bekerja keras, selalu berlatih sungguh-sungguh untuk menjadi yang terbaik. Lebih membanggakan karena dalam salah satu lomba mampu mengalahkan tim debat asal UGM,” tandas Fadlil.

Salah satu lomba yang mampu mereka juarai, antara lain NEED (National English Education Debate) yang digelar UMY awal Januari lalu. Deco yang diwakili Ika Suciwati dan Novi Retno Ardianti menjadi terbaik ketiga dari 25 universitas yang turut serta. Masih di bawah Universitas Negeri Malang dan Universitas Negeri Jakarta.

Pada lomba berikutnya, di ITB pada akhir Maret hingga awal April kemarin, Deco mampu menyabet Juara I. Diwakili Novi, Mauludin, dan Shaliha, mereka mampu mengatasi 20 tim pesaing lainnya dalam lomba debat berbahasa Inggris itu.

Berikutnya, tim tersebut mampu menjadi delapan terbaik pada NUDC (National University Debating Championship) di tingkat Kopertis V DIY atau yang sekarang dikenal sebagai Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi itu.

Dari 44 tim peserta NUDC, Deco mampu menjadi salah satu dari delapan tim terbaik sehingga berhak maju ke tingkat nasional Juli mendatang di Surabaya. “Kami kini tengah berlatih keras agar bisa menjadi juara nasional sehingga bisa mewakili Indonesia ke tingkat internasional di Thailand akhir tahun nanti,” tutur Novi kemudian.

Satu lagi lomba yang mampu mereka menangi di tahun ini, PKSP (Pekan Keilmuan Sosial dan Politik), kompetisi debat dalam bahasa Indonesia yang diselenggarakan di UMY. “Sangat prestisius karena kami mampu menjadi yang terbaik dengan mengalahkan tim UGM,” papar Novi bangga. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan