Tim Pertamina Siap Kawinkan Gelar Proliga

(kiri-kanan) Dody Prasetya, Sutrisno, Andar Titi Lestari

(kiri-kanan) Dody Prasetya, Sutrisno, Andar Titi Lestari

JOGJA – Kompetisi akbar bolavoli profesional nasional, Proliga 2019, kembali akan digelar. Pertandingan perdana Putaran I akan diselenggarakan di GOR Among Rogo, Jogjakarta, 7-9 Desember 2018. Tim Jakarta Pertamina Energi (JPE) putera maupun puteri sebagai tuan rumah siap menghadapi lawan-lawannya. Bahkan mereka bertekad akan mengawinkan gelar juara.

“Sejak keikutsertaan pada 2012, kami belum pernah meraih juara secara bersamaan. Saat tim putera juara, tim puteri hanya runner up atau peringkat ketiga. Sebaliknya, saat tim puteri juara, tim putera tidak juara. Tahun ini kami berharap dua gelar putera puteri dapat kami sandingkan,” ungkap Manajer Tim JPE, Sutrisno, kepada wartawan, di Jogjakarta, Jumat (23/11).

Meski untuk kompetisi Proliga 2019, namun pertandingan perdana sengaja digelar awal Desember agar ketika selesai nanti tidak bertabrakan dengan jadual Pemilu 2019. Setelah final four digelar di Kediri dan Malang, Jatim, maka grand final untuk memperebutkan takhta Proliga 2019 kembali digelar di Jogjakarta, 23-24 Februari 2019.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kelompok putera Proliga akan diikuti enam tim. Masing-masing juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator, JPE, Jakarta BNI 46, Palembang Bank Sumselbabel, serta dua pendatang baru Jakarta Garuda dan Sidoarjo Aneka Gas Industri.

Untuk kelompok putera, tutur Sutrisno, persaingan akan sangat ketat mengingat kekuatan masing-masing tim cukup merata. “Garuda dan Sindogas memang tim baru, tapi isinya tetap pemain-pemain lama. Bahkan bisa jadi Garuda dan Sindogas akan membuat kejutan. Tapi, apapun tim kami telah siap,” tandasnya seraya menyatakan, tim JPE telah mempersiapkan diri lebih awal dengan memulai latihan pada pertengahan September kemarin.

Kendati hanya diikuti lima tim, masing-masing JPE, Jakarta BNI 46, Jakarta Elektrik PLN, Jakarta PGN Popsivo Polwan, dan Bandung Bank BJB Pakuan, persaingan di kelompok puteri dipastikan tidak akan kalah sengit. “Di atas kertas, tim puteri JPE memang seakan berada di atas angin karena diperkuat tujuh pemain eks timnas Asian Games, tapi di atas lapangan apapun bisa terjadi,” papar Sutrisno.

Tak hanya secara tim, ketua panitia Dody Prasetya yang juga Marketing Branch Manager Jogjakarta-Surakarta Pertamina menyatakan, kesiapannya menjadi tuan rumah sekaligus menjamu para atlet bolavoli terbaik nasional. “Kami meyakini kompetisi perdana Proliga 2019 akan menjadi hiburan sekaligus tontonan menarik terutama bagi talent-talent muda bolavoli di Jogjakarta dan sekitarnya,” katanya.

Bagi para pecinta olahraga bolavoli, panitia akan menyediakan sekitar 3.300 tiket masuk per hari yang akan dijual dengan harga on the spot Rp 50.000 untuk tribun dan Rp 100.000 untuk VIP. “Keterlibatan aktif Pertamina menjadi bukti komitmen perusahaan memajukan olahraga di tanah air, khususnya bolavoli,” ujar Unit Manager Comm & CSR Pertamina, Andar Titi Lestari. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan