Tim Robot UAD Ukir Prestasi Internasional

 IMG_20170114_124248
 Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
 Tim Robot UAD memperagakan kebolehan robot humanoid mereka mendaki tangga.
JOGJA – Tim robot mahasiswa UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta kembali mampu mengukir pretasi internasional. Tim yang diawaki lima orang mahasiswa Teknik Elektro itu berhasil menjadi Juara III kategori Wall Climbing pada FIRA Robo World Cup, di Beijing Tiongkok, pertengahan Desember kemarin.
“Pencapaian itu sama persis dengan prestasi pada 2015, pada kontes robot yang sama di Korea Selatan,” ungkap Ketua Tim Robot UAD, Alfath Jumarianto, di kampus setempat, Rabu (11/1), didampingi empat orang rekannya, Umar Abdul Maajid, Nanda Cahya Pangersa, Anggit Pamungkas, dan Ahmad Sopi Samosir.
Meski hanya Juara III, namun prestasi mereka boleh dibilang sangat membanggakan karena pada kontes robot yang digelar FIRA (Federasi Asosiasi Robot-sepakbola Internasional) di Beijing itu diikuti oleh 20 tim dari berbagai negara. Selain Indonesia yang juga diwakili oleh ITB dan ITS, tim lain antara lain berasal dari India, Kanada, Malaysia, Meksiko, Singapura, dan Tiongkok.
“Untuk mengikuti kontes di Beijing itu kami menyiapkan robot humanoid selama lebih kurang empat bulan. Walaupun sempat menemui beberapa kendala namun pengalaman pada kontes sebelumnya di Korea Selatan sangat membantu,” jelas Alfath.
Selain di Beijing, tim lain, Tim Robot Terbang juga berjaya saat mengikuti lomba di Bandarlampung, 2016 kemarin. “Pada lomba tersebut, kami berhasil menyabet gelar Best Design,” ungkap ketua tim, Hendril Satrian, bangga sambil menunjukkan Robot Terbang hasil rakitan mereka itu.
Dosen pembimbing Tim Robot UAD, Nuryono Satya Widodo ST MEng mengatakan, salah satu kendala dalam pengembangan robotika di UAD adalah regenerasi. Anggota tim yang beberapa menang di ajang
internasional dan nasional sebagian besar sudah memasuki semester lanjut dan hampir selesai.
“Anggota tim sebagian besar juga berasal dari Teknik Elektro. Karenanya, ke depan, akan lebih menggencarkan regenerasi tim robot terutama ke mahasiswa Teknik Informatika. Bahkan tak menutup kemungkinan menarik minat mahasiswa dari fakultas lain. Kurangnya dosen pembimbing pun menjadi kendala yang kami rasakan,” tandas Nuryono.
Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan yang juga dosen pembimbing, Dr Abdul Fadlil MT mengemukakan, prestasi tim robot mahasiswa UAD cukup membanggakan. Beberapa kali tim ini berhasil menang di kontes nasional dan internasional.
“Untuk mencari bibit, tim robot kami juga gencar melakukan lomba robotika tingkat SMA se Jawa Tengah dan DIY. Bahkan untuk tahun ini kami perluas hingga tingkat nasional dan mulai jenjang SD dan SMP. Kami menyediakan beasiswa untuk masuk ke UAD bagi para pemenang,” ujar Fadlil. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan