Tosan Aji Lekat Dengan Nilai Luhur Kemanusiaan

Tosan Aji: Hasto Kristiyanto (tengah berkacamata) menyempatkan mengunjungi sejumlah meja mengagumi sejumlah tosan aji, keris, di sela Raker Agung dan Pasar Bursa Tosan Aji, di Jogjakarta, Sabtu (9/2) malam.

Tosan Aji: Hasto Kristiyanto (tengah berkacamata) menyempatkan mengunjungi sejumlah meja mengagumi sejumlah tosan aji, keris, di sela Raker Agung dan Pasar Bursa Tosan Aji, di Jogjakarta, Sabtu (9/2) malam.

JOGJA – Tosan aji merupakan seni logam dengan teknologi unggul sejak awal peradaban Nusantara. Lekat dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Terkandung filsafat nilai dan mata rantai khasanah kebudayaan Nusantara kita.

“Tosan aji berupa keris, sebuah mahakarya kebudayaan. Masyarakat perlu melestarikan kebudayaan Indonesia itu,” ujar Hasto Kristiyanto selaku Sekjen Senapati Nusantara (Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara), di sela menghadiri Raker Agung Senapati Nusantara dan Bursa Tosan Aji, di Jogjakarta, Sabtu (9/2) malam.

Upaya melestarikan tosan aji, imbuh Hasto, menjadi salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan nasional. “Raker Agung ini sangat penting. Seluruh pemerhati, pelestari, dan pengagum untuk pengembangan seluruh karya kebudayaan Nusantara berupa Tosan Aji, berkumpul dan melakukan evaluasi untuk merencanakan kegiatan-kegiatan ke depan,” ujar alumnus UGM yang juga Sekjen PDI Perjuangan itu.

Intisari seluruh kegiatan selama dua hari, hingga Sabtu (10/2), merupakan perhatian luar biasa yang diberikan oleh seluruh Senapati Nusantara terhadap kebudayaan kita, kebudayaan Nusantara. “Di dalam tosan aji mengandung nilai-nilai luhur, pesan-pesan khusus, suatu esensi dari kebudayaan untuk nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Hasto.

Mencintai dan melestarikan tosan aji, lanjutnya, bagian gerak kebudayaan yang mencintai kebudayaan Nusantara. “Senapati Nusantara akan melakukan langkah-langkah strategis ke depan. Termasuk upaya untuk mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk menetapkan Hari Keris,” ujar Hasto.

Raker Agung Senapati Nusantara diikuti 90 orang peserta berasal dari 45 paguyuban. Tak kurang dari 100 meja mengikuti bursa tosan aji. Bukan hanya berasal dari pulau Jawa, mereka pun berasal dari Kalimantan, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan lain-lain.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Eko Suwanto yang turut mendampingi Hasto, memberikan apresiasi terhadap perjuangan Senapati Nusantara untuk nguri-uri, merawat , menjaga, dan mengembangkan kebudayaan Nusantara, khususnya keris sebagai tosan aji.

“Kita bersama masyarakat DIY mendukung usaha menjaga dan menumbuhkembangkan kebudayaan, khususnya keris tosan aji,” tandas Eko seraya mengemukakan, DIY sebagai daerah istimewa telah menjadikan kebudayaan sebagai salah satu urusan keistimewaan DIY sesuai amanat UU Keistimewaan DIY. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan