Tugu Hingga Alun-alun Objek Lomba Fotografi Peksiminas

Jambi: Duta seni asal Jambi mencoba panggung tari di PKKH UGM, Jogjakarta, Kamis (17/10), dalam rangka Peksiminas XIV 2018.

Jambi: Duta seni asal Jambi mencoba panggung tari di PKKH UGM, Jogjakarta, Kamis (17/10), dalam rangka Peksiminas XIV 2018.

JOGJA – Tak terbantahkan Tugu Pal Putih Jogjakarta masih menjadi salah satu ikon Kota Budaya itu yang mampu menarik begitu banyak wisatawan mancanegara maupun domestik untuk berhenti sejenak melakukan swafoto maupun berfoto ria dengan kawan-kawan.

Begitu pula kawasan Jalan Malioboro yang terletak di sebelah selatan Tugu Pal Putih dan berada tepat di jantung kota, pun menjadi tujuan utama para wisatawan jika berkunjung ke Jogjakarta selama ini. Hampir semua wisatawan menyatakan, serasa belum ke Jogjakarta jika belum mampir ke Malioboro.

Tempat-tempat ikonik itu pula yang kemudian dimanfaatkan panitia Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) untuk menjadikan kawasan Tugu Pal Putih di utara hingga Alun-alun Utara Kraton Jogjakarta di selatan sebagai objek pemotretan salah satu tangkai lomba Peksiminas, lomba fotografi yang diikuti para mahasiswa asal 33 provinsi itu.

Penangggungjawab lomba fotografi Peksiminas XIV 2018, Muhammad Fajar Apriyanto mengatakan, peserta memang lebih dulu diminta berkumpul di kawasan Tugu. Usai menerima penjelasan mengenai tatacara lomba, mereka dilepas menyusuri jalan mulai dari Tugu menuju Malioboro hingga finish Alun-alun Utara Kraton Jogjakarta.

“Peserta dari 33 provinsi di Indonesia, kecuali Sulawesi Barat tidak mengirimkan peserta,” ungkap Fajar seraya menyatakan, peserta sebelum memulai lomba wajib mengambil gambar jam dinding yang dipasang panitia sekaligus sebagai penanda kehadiran peserta.

Lomba terbagi dua kategori, warna dan hitam-putih, dengan tema Merajut Budaya Nusantara. Guna menjaga kualitas dan agar lomba berlangsung fair, panitia menerjunkan pengawas. “Dosen pendamping dilarang memotret atau mengarahkan mahasiswanya. Ada pengawas yang bertugas di lapangan,” kata Fajar.

Selain lomba fotografi, tangkai lomba tari juga memulai kegiatannya dengan agenda mencoba panggung untuk kali terakhir bagi tim yang mengikuti, di PKKH (Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri) UGM, Bulaksumur, Jogjakarta, Rabu (17/10) siang. Lomba akan digelar malam harinya.

Dua tim yang sempat ditemui mengaku cukup puas dengan kesempatan yang diberikan panitia. Keduanya duta seni asal Kalimantan Barat dan Jambi. “Kami asal Universitas Tarumanegara Kalbar akan membawakan tari Dara Anta yang menceritakan tentang gadis Dayak yang cantik dan anggun,” ujar Apriyanti Wanda asal Kalbar.

Sedangkan duta seni asal Jambi akan menampilkan tarian bertajuk Ngayun Mamintoak yang bercerita tentang permintaan kepada Yang Kuasa agar para petani bisa memperoleh hasil panen melimpah. “Tarian itu mencuplik dari cerita tradisi turun temurun di daerah Singkarak,” ungkap koreografer Ajeng Herdan Dwiputri yang juga mahasiswi Universitas Jambi itu. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan