Tujuh Universitas Bentuk Asosiasi Kewirausahaan

Erasmus: (kiri-kanan) Ida Puspita (Kepala KUI UAD), Wiryono Raharjo (Wakil Rektor IV UII), Ahmad Fadlil dan Safar Nashir (Wakil Rektor III dan II UAD), Neil Towers dan Nadine Sulkowski (University of Gloucestershire, Inggris) menyampaikan hasil pertemuan penerima hibah Erasmus+, di kampus UAD, Jogjakarta, Jumat (20/7).

Erasmus: (kiri-kanan) Ida Puspita (Kepala KUI UAD), Wiryono Raharjo (Wakil Rektor IV UII), Ahmad Fadlil dan Safar Nashir (Wakil Rektor III dan II UAD), Neil Towers dan Nadine Sulkowski (University of Gloucestershire, Inggris) menyampaikan hasil pertemuan penerima hibah Erasmus+, di kampus UAD, Jogjakarta, Jumat (20/7).

JOGJA – Menindaklanjuti penerimaan hibah Erasmus+, tujuh universitas di Jawa sepakat membentuk asosiasi guna memperkuat jaringan pengembangan entrepreuner university. Sekaligus sebagai komitmen memperkuat jalinan kerjasama kegiatan GITA (Growing Indonesia – A Triangular Approach) yang juga melibatkan empat universitas di Eropa.

“Asosiasi itu nantinya akan bertanggungjawab agar pengembangan entrepreuner university bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Bahkan barangkali lebih berkembang luas,” ujar Neil Towers asal University of Gloucestershire, UK, di sela kegiatan Erasmus+ Bidang Kewirausahaan, di kampus UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta, Jumat (20/7).

Universitas asal Inggris itu memang menjadi leader dalam kegiatan Erasmus+ bidang Kewirausahaan, selain tiga universitas Eropa lainnya. Masing-masing Dublin Institute of Technology Ireland, Fachhochschule des Mittelstandes Germany, dan University of Innsbruck Austria.

Sedangkan tujuh universitas di Jawa yang sepakat membentuk asosiasi tersebut, masing-masing UAD dan UII Jogjakarta, President University Jakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjadjaran Bandung, serta Universitas Brawijaya dan STIE Mangkuceswara Malang.

Wakil Rektor II UAD Safar Nashir mengemukakan, kegiatan di UAD itu merupakan pertemuan ketiga dari program Erasmus+. Pertemuan pertama di President University, Jakarta dan pertemuan kedua di University of Gloucestershire, Inggris. “Pertemuan keempat di University of Innsbruck, Austria, pada Desember mendatang. Sekaligus melihat model pengembangan entrepreuner university di sana,” katanya.

Kepala Kantor KUI (Kantor Urusan Internasional) UAD, Ida Puspita mengemukakan, pihaknya memperoleh hibah Erasmus+ pada 2017 lalu. Total hibah yang diberikan sebesar Rp 1,2 miliar dengan durasi 3,5 tahun, terhitung 2017 hingga 2020.

Pertemuan di UAD tersebut merupakan hari kedua kegiatan Erasmus+. Hari pertama, sehari sebelumnya, dilangsungkan di kampus UII. Selama kunjungan sepekan ini ada beberapa program penting yang menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh penerima hibah Erasmus+. Antara lain mengintegrasikan bisnis kolaborasi universitas, serta kewirausahaan alumni.

Selain itu juga menanamkan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum universitas dan menciptakan growth hub di seluruh Indonesia berupa tempat yang akan menjadi pusat kegiatan kewirausahaan yang ada di UAD yang ditujukan terutama untuk mahasiswa, alumni, stakeholders UAD, dosen, karyawan, dan lain-lain.

“Ruang fisik itu akan diberikan fasilitas inkubasi untuk mengembangkan inovasi dan mengeksploitasi ide-ide baru yang diterapkan pada ekonomi lokal maupun regional dalam bentuk start-up business,” papar Ida lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan