UAD Gelontorkan Dana Hingga Enrekang

STKIP Muhammadiyah: Rektor UAD, Dr H Kasiyarno MHum (tengah) saat mengunjungi kampus STKIP Muhammadiyah, Enrekang, Sulsel, Selasa (12/3).

STKIP Muhammadiyah: Rektor UAD, Dr H Kasiyarno MHum (tengah) saat mengunjungi kampus STKIP Muhammadiyah, Enrekang, Sulsel, Selasa (12/3).

ENREKANG – Tak ingin menjadi besar sendirian, UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta, ikut memikirkan pengembangan PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) lainnya, terutama yang berada di berbagai daerah di luar Jawa. UAD pun rela menggelontorkan dana miliaran rupiah agar sesama PTM bisa tumbuh dan berkembang bersama.

“Selain memberikan suntikan dana untuk pembangunan kampus, kami juga turut mendorong sekaigus mendampingi agar kampus ini berkembang menjadi universitas,” ujar Rektor UAD, Dr H Kasiyarno MHum, saat mengunjungi STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah), Enrekang, Sulsel, Selasa (12/3).

Empat tahun terakhir, STKIP Muhammadiyah Enrekang memang tengah membangun infrastruktur, gedung baru agar kampus tersebut bisa menjadi tempat perkuliahan yang nyaman. Selain dana dari pemkab setempat, maupun pihak lain, UAD pun turut menggelontorkan dana yang hingga kini mencapai Rp 5 miliar.

Tak hanya berbentuk dana, UAD pun turut mendorong STKIP yang terletak di wilayah utara Sulawesi Selatan itu untuk mengembangkan diri menjadi universitas. “Dengan menjadi universitas, diharapkan kampus ini bisa maju dan berkembang secara cepat. Terlebih, baru ada dua universitas di Enrekang ini,” tutur Kasiyarno kemudian.

Kesempatan menjadi universitas akan membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi di Enrekang. Namun untuk bisa mewujudkan cita-cita besar tersebut dibutuhkan sinergitas antara kampus dengan BPH (Badan Penyelenggara Harian) maupun PTM lain.

Harus diakui ada beberapa PTM yang sulit berkembang karena perbedaan kepentingan dengan BPH. Karenanya dengan mencontoh semangat KH Ahmad Dahlan, semua pemangku kepentingan harus bisa saling membantu untuk maju bersama. “Sinergitas memang penting,” tandas Kasiyarno.

Ketua BPH STKIP Muhammadiyah Enrekang, Syawal Sitonda mengungkapkan, sekarang ini STKIP Muhammadiyah Enrekang memiliki lima prodi (program studi). Saat ini tengah merampungkan berbagai persiapan menuju universitas, termasuk pengajuan enam prodi baru selain FKIP.

Selain dari UAD, imbuh Syawal, bupati juga menyerahkan dana hibah pembangunan kampus sekitar Rp 4,5 miliar selama beberapa tahun terakhir. “Sebelum pembangunan kampus selesai pada 2020 nanti, pemkab juga meminjamkan eks kantor kabupaten sebagai tempat perkuliahan,” katanya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan