UAD Mulai Lirik India

IMG_20160826_195234
JOGJA – Mengembangkan kiprah internasionalnya, UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta kini mulai melirik perguruan tinggi di India untuk diajak kerjasama. Saat ini UAD tengah melakukan persiapan untuk implementasi kerjasama dengan dua universitas di India, terutama untuk kegiatan riset bersama atau joint research.
“Bersama dua universitas di India, Punjab College of Technical Education dan Symbiosis International University, kami tengah merintis kerjasama sejak enam bulan lalu. Realisasinya nanti, dari Fakultas Farmasi UAD akan bersama-sama melakukan riset secara intensif,” ujar Kepala KUI (Kantor Urusan Internasional) UAD, Ida Puspita MARes, di kampus setempat, Senin (30/1).
Di sela pameran pendidikan ‘Incredible India Education Fair 2017’ yang diselenggarakan TIE UPS International India di kampus UAD, hingga Selasa (31/1) itu Ida menuturkan, sekitar satu atau dua bulan ke depan Fakultas Farmasi UAD juga berencana mengirim mahasiswanya mengikuti program pertukaran pelajar di universitas yang sama di India. Pengembangan kerjasama juga akan diarahkan pada program pertukaran dosen.
“Kerjasama dengan universitas di India itu ternyata juga membuka peluang-peluang lain seperti beasiswa pendidikan, karena ternyata cukup banyak formulasi pemberian beasiswa yang diberikan pemerintah India maupun masing-masing universitas,” imbuh Ida.
Direktur TIE UPS International India, Ravi Makhija mengaku, pemerintah India kini memang tengah gencar mempromosikan dunia pendidikan tingginya. Salah satu negara tujuan promosi, Indonesia karena adanya hubungan baik antara kedua negara.
“Kami ingin menunjukkan kualitas sebenarnya pendidikan di India pada masyarakat Indonesia. Kualitas pendidikan di India sudah tidak perlu diragukan, apalagi sudah banyak bukti orang India yang bekerja di berbagai perusahaan besar level dunia,” ujarnya.
Salah satu kelebihan pendidikan di India, ada pada biaya yang relatif murah. Untuk biaya kuliah, misalnya rata-rata Rp 20 juta per tahun di perguruan tinggi swasta. Bahkan bisa lebih murah jika berkuliah di perguruan tinggi negeri. Biaya hidup di India pun rata-rata hanya Rp 1,5 juta per bulan.
“Biaya hidup itu sudah termasuk perhitungan biaya tempat tinggal, transportasi, dan makan. Belum lagi harga-harga buku di India sangat murah, bisa sepuluh persen dari harga buku di Indonesia. Dan kita tahu buku termasuk penunjang penting dalam proses pendidikan,” tandas Ravi. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan