UAD Tak Lupakan Mahasiswa Aktivis

Bimawa Awards: Rektor UAD Dr H Kasiyarno MHum (tengah) memberikan Bimawa Awards kepada mahasiswa, di kampus setempat, Senin (28/1).

Bimawa Awards: Rektor UAD Dr H Kasiyarno MHum (tengah) memberikan Bimawa Awards kepada mahasiswa, di kampus setempat, Senin (28/1).

JOGJA – Bukan hanya mahasiswa yang menjuarai berbagai lomba, tapi UAD pun tak melupakan aktivitas mahasiswa dengan memberi penghargaan kepada mahasiswa aktivis. Melalui serangkaian penilaian terhadap aktivitas mahasiswa, ormawa, pembina, pelatih, diberikan Bimawa Awards 2019.

“Ini merupakan penghargaan yang kali pertama kami berikan untuk mengapresiasi aneka kegiatan mahasiswa. Semoga penghargaan ini bisa terus berlanjut dan dapat setiap tahun kami berikan,” ujar Kepala Bimawa (Biro Kemahasiswaan dan Alumni) UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta, Dr H Dedi Pramono MHum, di kampus setempat, Senin (28/1).

Pemberian penghargaan, imbuh Dedi, sekaligus untuk mendorong kegiatan mahasiswa agar bisa lebih produktif, rasional, serta akuntabel. “Bukan hanya setelah kegiatan, atau ketika menjadi juara setelah mengikuti lomba, namun jauh sebelum itu ketika mereka mengajukan proposal pun sudah mulai kami nilai,” tegasnya.

Bahkan bukan hanya para pemenang lomba atau para juara pada satu kontes tertentu, namun Bimawa juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa aktivis. “Mahasiswa aktivis kami anggap penting. Terlebih yang mampu menginspirasi teman-teman mereka,” kata Dedi.

Melalui penghargaan itu pula Bimawa menginginkan adanya keseimbangan kegiatan akademik dan non akademik mahasiswa. “Kenyataannya, ketika para mahasiswa lulus dan terjun ke masyarakat, kemampuan non akademik justru sangat diperlukan. Banyak orang mengatakan itu softskill,” tutur Dedi.

Tak ada ruginya bagi mahasiswa jika mereka aktif berkegiatan karena itu akan mempengaruhi untuk memperoleh SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). “SKPI sangat penting guna mengetahui kompetensi lulusan. Dan secara tak langsung akan mempengaruhi reputasi universitas pula,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD, Danang Sukantar MPd.

Sayang, belum banyak mahasiswa yang memahami pentingnya SKPI. Bahkan ketua program studi sekalipun, belum semuanya memahami SKPI. “Padahal SKPI merupakan tanggungjawab ketua program studi. Karena itulah Bimawa Awards ini kami berikan, salah satunya untuk mempercepat pemahaman semua pihak tentang SKPI,” timpal Dedi kemudian.

Mahasiswa Teknik Informatika, Gontang Ragil Prakosa, yang terpilih memperoleh penghargaan sebagai Aktivis Mahasiswa mengaku sangat mengapresiasi pemberian penghargaan tersebut. “Universitas melalui Bimawa tak pernah mempersulit ketika kami mengajukan proposal kegiatan. Saya kira dukungan Bimawa sudah cukup optimal,” katanya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan