Ubah Pola Pikir Mahasiswa Di Era Disrupsi

Mahasiswa Baru: Rektor UNY Sutrisna Wibawa (tengah bertoga) pada pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru UNY, di kampus setempat, Selasa (14/8).

Mahasiswa Baru: Rektor UNY Sutrisna Wibawa (tengah bertoga) pada pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru UNY, di kampus setempat, Selasa (14/8).

JOGJA – Era disrupsi sudah melanda dunia pendidikan. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia sudah mulai melakukan online education. Dunia telah berubah. TVRI yang dulunya nomor satu terpuruk ke nomor 14 karena terdisrupsi. “Orang terkaya di dunia bukan pebisnis minyak atau otomotif, melainkan bergeser pada teknologi informasi,” ujar Direktur LPP TVRI, Helmy Yahya, dalam acara PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) UNY, di kampus setempat, Selasa (14/8).

Era sekarang merupakan era sharing ekonomi yang memaksimalkan media online. “Mindset mahasiswa harus diubah karena ke depan, berbisnis serba digital melalui internet. Banyak perusahaan gulung tikar karena banyak yang beralih melalui online, termasuk cara bepergian dengan ojek,” tandas Helmy Yahya, lulusan University of Miami itu.

Yang bisa bertahan bukanlah yang terkuat atau paling pintar, melainkan yang tercepat dalam melakukan perubahan. “Era disrupsi merupakan penjabaran dari inovasi, mengubah value dengan kecepatan, lebih murah, dan lebih bervariasi, mengubah perilaku model bisnis serta menyingkirkan pemain lama,” tutur Helmy kemudian.

Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa mengatakan, UNY mengalami lompatan luar biasa dari sisi animo. “Yang diterima, calon mahasiswa yang berkualitas dan punya prestasi,” ungkapnya seraya mengharapkan, para mahasiswa dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan mengikuti ekstra kurikuler sesuai misi akademik ke depan, serta lulus tepat waktu.

Menandai pembukaan PKKMB, rektor memakaikan jas almamater kepada empat orang wakil mahasiswa. Masing-masing Rahmawati Dewi dari prodi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi, Ikhsan Marvel Khairullah prodi S1 Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan, Sri Astika Ishak prodi S2 Pendidikan Teknologi Kejuruan, serta Hendra Baharudin prodi S3 Penelitian & Evaluasi Pendidikan, diikuti seluruh mahasiswa baru yang hadir.

Wakil Rektor I UNY, Margana mengemukakan, PKKMB kali ini diikuti oleh total 6.904 mahasiswa baru. Terdiri dari 596 mahasiswa D3, 5.082 mahasiswa S1, 985 mahasiswa S2, 109 orang mahasiswa S3, dan 132 orang mahasiswa PPG (Pendidikan Profesi Guru). Kuota mahasiswa Bidikmisi tahun 2018 berjumlah 780 orang dan sedang diusahakan kuota tambahan sebanyak 473 orang. Mahasiswa baru dengan usia termuda, Vidi Mila Sukmawati yang diterima sebagai mahasiswa S1 prodi Pendidikan Sosiologi pada usia 16 tahun 2 bulan 14 hari.

Salah seorang mahasiswa baru, Septiana dari prodi PGSD Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Keolahragaan mengaku, sangat senang bisa diterima di UNY. Lulusan MAN 4 Bantul itu berkeinginan mengembangkan bakat dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan serta rajin mengikuti kuliah. “Paparan yang disampaikan pada PKKMB juga sangat menarik dan kegiatannya seru,” katanya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan