UII Buru Akreditasi Internasional

Rektor UII: (kiri-kanan) Wakil Rektor I UII Ilya Fadjar Maharika, Wakil Rektor II UII Nur Feriyanto, Rektor UII Nandang Sutrisno, dan Wakil Rektor III UII Agus Taufiq.

Rektor UII: (kiri-kanan) Wakil Rektor I UII Ilya Fadjar Maharika, Wakil Rektor II UII Nur Feriyanto, Rektor UII Nandang Sutrisno, dan Wakil Rektor III UII Agus Taufiq.

JOGJA – Tak genap dua tahun Nandang Sutrisno menjabat sebagai rektor Universitas Islam Indonesia, Jogjakarta. Namun, bersama tiga wakil rektor Ilya Fadjar Maharika, Nur Feriyanto, dan Agus Taufiq, mereka mampu membawa universitas tersebut mencapai puncak prestasi. Bahkan pondasi keilmiahan telah mereka perkuat. Akreditasi internasional bagi program studi pun terus mereka buru.

“Namun, terus terang, masih ada satu hal yang belum mampu kami capai. Menjadikan UII sebagai rujukan di bidang keagamaan. Sesuai salah satu dari catur dharma kami, di bidang dakwah Islamiah,” tutur Nandang dalam pertemuan dengan wartawan, di kampus setempat, Jl Cik Di Tiro Jogjakarta, Minggu (27/5).

Pertemuan rektor beserta wakil rektor I, II, dan III tersebut boleh dikatakan menjadi pertemuan terakhir mereka sebagai pejabat dengan para awak media karena pada 31 Mei 2018 besok periode kepemimpinan mereka sudah harus berakhir. “Kami meyakini tim rektorat periode mendatang mampu menghadapi tantangan yang mungkin sudah akan berbeda dengan tantangan kami sekarang,” ujar Wakil Rektor II Nur Feriyanto.

Berkaitan dengan akreditasi internasional, tutur Nandang, saat ini sudah ada lima program studi yang telah meraihnya. Masing-masing Teknik Sipil mengantongi akreditasi dari sebuah lembaga asal Jepang, Arsitektur untuk program S1 dan program Profesi akreditasi dari Korea Selatan, Teknik Lingkungan dari Amerika Serikat, serta Akuntansi memperoleh akreditasi dari Inggris. “Dalam waktu tak lama lagi Teknik Kimia akan menyusul, serta program studi lainnya yang saat ini ada yang sedang dalam proses dan dalam tahap visitasi,” katanya.

Akreditasi internasional, imbuh Ilya selaku Wakil Rektor I, merupakan salah satu tanggungjawab universitas terkait dengan penjaminan mutu berbasis kelulusan. “Berdasarkan akreditasi, kami sudah menjadi yang nomor satu di antara perguruan tinggi swasta se Indonesia. Tentu kualitas itu harus terus ditingkatkan mengingat jika dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri, UII belum yang nomor satu,” tuturnya kemudian.

Khusus untuk bidang riset, menurut Nandang, UII saat ini telah menjadi pemuncak di antara perguruan tinggi swasta. Tapi secara nasional jika diikutkan juga perguruan tinggi negeri maka UII masih berada di peringkat ke-16. Pencapaian lebih baik diraih di bidang pengabdian masyarakat. UII lagi-lagi menjadi yang nomor satu di antara perguruan tinggi swasta dan peringkat ke-4 secara nasional.

“Tentu meski itu semua boleh dikata merupakan prestasi puncak UII saat ini, namun di masa mendatang harus tetap diupayakan untuk terus ditingkatkan. Menggembirakan pula prestasi mahasiswa yang selalu mampu meraih nomor pada setiap kejuaraan yang diikuti. Artinya, mahasiswa UII patut diperhitungkan untuk kejuaraan apapun,” tandas Nandang. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan