UIN Suka Genjot Publikasi Ilmiah

IMG_20170322_163333
 Dari kiri, Wakil Rektor UIN Suka Sutrisno, Rektor UIN Suka Yudian Wahyudi, dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Suka M Fakhri Husein saat memberikan penjelasan kepada wartawan, di kampus setempat, Senin (20/3).
JOGJA – Menargetkan menjadi universitas kelas dunia, UIN Suka (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga) Jogjakarta terus menggenjot publikasi ilmiah di jurnal internasional. Terus pula meningkatkan mutu dengan memperbarui sertifikat ISO dari TUV Rheinland yang berpusat di Jerman dan audit mutu eksternal oleh AUN-QA (Asean University Network – Quality Assurance).
“Program beasiswa post doctoral yang kami beri nama Sunan Kalijaga Post Doctoral Research menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah itu,” ujar Rektor UIN Suka Jogjakarta, Prof Drs Yudian Wahyudi PhD, kepada wartawan, di kampus setempat, Senin (20/3).
Tak hanya diminati dosen internal UIN Suka, namun program beasiswa post doctoral itu juga menarik minat dosen PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) lainnya. Bahkan sejumlah dosen asing pun menyatakan ketertarikan mereka terhadap program beasiswa riset tersebut.
“Untuk tahun 2016, ada delapan dosen internal dan tiga dosen asing, masing-masing asal Amerika Serikat, Australia, dan Jerman yang mengikuti program beasiswa tersebut. Kami juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan enam belas PTKIN, yang akan menitipkan dosen mereka untuk mengikuti program itu,” papar Yudian.
Mengikuti program tersebut, masing-masing dosen diwajibkan menulis minimal lima publikasi ilmiah di jurnal internasional. “Jika per tahun ada sepuluh dosen internal mengikuti program post doctoral itu, maka sedikitnya akan ada lima puluh publikasi ilmiah dari UIN Suka. Ini tentu akan mendongkrak reputasi kami di dunia internasional,” tutur Yudian kemudian.
Menerima dosen asing maupun dosen dari PTKIN lain, lanjut Yudian, pun tak ada ruginya. “Paling tidak, mereka pasti juga akan menyebut atau menuliskan nama UIN Suka dalam publikasi ilmiah mereka. Tentu ini juga akan menjadikan UIN Suka semakin diperhitungkan. Apalagi jika itu dilakukan oleh dosen asing,” tandasnya lebih jauh.
Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Suka, Prof Dr Sutrisno MAg, mengemukakan peningkatan mutu yang tak kalah pentingnya guna menuju universitas berkelas dunia. “Budaya mutu terus kami lestarikan dalam setiap aspek kehidupan di kampus sehingga dapat berpengaruh terhadap perubahan dan peningkatan proses pendidikan,” katanya.
Sertifikat ISO dari TUV-Rheinland, imbuh Sutrisno, mengacu pada ISO 9001. “Audit yang dilakukan TUV-Rheinland selama dua hari ini, 20-21 Maret 2017, merupakan pembaruan sertifikat dari ISO 9001:2008 ke sistem ISO 9001:2015, dengan tetap memperhatikan peraturan yang berlaku dan standar akreditasi BAN-PT,” jelasnya.
Setelah melalui perjalanan panjang, diawali focus group discussion dan pelatihan AUN-QA di Bangkok, serta penyusunan self assesment report, akhirnya lembaga akreditasi internasional AUN-QA akan melaksanakan visitasi untuk assesment penjaminan mutu UIN Suka selama tiga hari pada 4-6 April 2017. “Ini merupakan ujud keseriusan kami dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi,” tegas Yudian. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan