UMY dan Pemda Saling Melirik

Kerjasama: (kiri-kanan) Wakil Rektor V UMY Achmad Nurmandi, perwakilan pemda Pinrang, Pacitan, dan Sorong menunjukkan nota kerjasama yang mereka tandatangani, di sela acara Government Gathering, yang digelar UMY, di Jogjakarta, Selasa (20/11).

Kerjasama: (kiri-kanan) Wakil Rektor V UMY Achmad Nurmandi, perwakilan pemda Pinrang, Pacitan, dan Sorong menunjukkan nota kerjasama yang mereka tandatangani, di sela acara Government Gathering, yang digelar UMY, di Jogjakarta, Selasa (20/11).

JOGJA – Memposisikan diri sebagai pusat keunggulan, UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) menawarkan berbagai ide yang sekiranya bisa dikerjasamakan dengan pemda (pemerintah daerah). Sebaliknya, pemda pun mengutarakan berbagai potensi dan kekurangan yang dimiliki, yang sekiranya juga bisa dikerjasamakan dengan UMY.

“Karena itulah acara ini untuk kali pertama kami selenggarakan. Semuanya demi kemaslahatan umat,” ujar ketua panitia Government Gathering, Eko Priyo Purnomo MRes PhD, yang digelar UMY, di Asri Medical Center, Jogjakarta, Selasa (20/11).

Eko yang juga Kepala Lembaga Kerjasama UMY itu mengaku gembira karena sebagian besar pemda yang diundang dapat hadir dalam acara tersebut. “UMY hingga saat ini telah menandatangani kerjasama dengan lima belas pemda dan saat ini ada sebelas yang hadir,” katanya.

Selain beberapa perwakilan pemda, seperti pemda Pemalang, Kulonprogo, dan Sorong yang mempresentasikan visi misi pemda masing-masing, pada kesempatan itu ditandatangani pula nota kesepahaman antara UMY dengan pemda Pacitan, Pinrang, dan Sorong.

Banyak produk UMY yang bisa ditawarkan ke pemda. “Karena itu UMY bertekad akan memperbanyak kerjasama. Melembagakan kerjasama dalam kegiatan riil sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Wakil Rektor V Bidang Kerjasama dan Urusan Internasional UMY, Prof Achmad Nurmandi.

Kendati begitu, lanjut Nurmandi, kerjasama semacam itu tidak gampang karena menyangkut beberapa lembaga. “Antara program studi dengan mitranya harus terus berbuat, terus berkegiatan, dan ujung-ujungnya harus menghasilkan suatu produk ataupun outcome yang bermanfaat,” tegasnya.

Melalui kegiatan gathering seperti Ini, UMY dengan pemda, ataupun di antara pemda yang hadir, bisa saling bicara. Bisa saling bertransaksi dengan tujuan untuk menguntungkan kedua pihak. “Universitas merupakan sumber ide yang bisa ditawarkan ke pemda. Sebaliknya, pemda pun bisa memberi masukan sehingga universitas bisa mengetahui harus berbuat apa,” papar Nurmandi kemudian.

Wakil Bupati Sorong, Papua Barat, Suka Harjono SSos MSi mengaku, sangat terbantu dengan kehadiran universitas di daerahnya. Terutama ketika ada mahasiswa yang datang menjalani program KKN (kuliah kerja nyata). Paling tidak, informasi dari pemerintah bisa lebih cepat sampai ke masyarakat.

“Indonesia bagian Barat itu masa lalu. Indonesia Timur masa depan. Karena itu, kami senang dengan adanya kerjasama semacam ini sebagai masukan sekaligus untuk mempercepat pembangunan di Sorong,” ujar Suka yang berkesempatan tampil pada sesi panel pada acara gathering itu. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan