UMY Didorong Kembangkan Unit Bisnis

Milad: Konjen RI di Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, Mohamad Hery Saripudin, menyampaikan pidato milad ke-37 UMY, di kampus setempat, Rabu (18/4).

Milad: Konjen RI di Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, Mohamad Hery Saripudin, menyampaikan pidato milad ke-37 UMY, di kampus setempat, Rabu (18/4).

JOGJA – Memperingati milad ke-37, PP Muhammadiyah mendorong UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) mengembangkan unit bisnis. Sehingga, tak hanya mengandalkan pada sumbangan atau SPP mahasiswa untuk menghidupi diri. Sesuai kredo yang dibangun – Muda Mendunia – rektorat bertekad akan terus mendorong salah satu kampus milik Muhammadiyah itu lebih berkiprah di dunia internasional.

“Sudah menjadi keputusan muktamar di Aceh pada 1995 lalu, selain berkemajuan, Muhammadiyah juga terus didorong untuk mengembangkan bisnis. Termasuk UMY yang menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah,” ungkap Ketua PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, pada puncak peringatan Milad Ke-37 UMY, di kampus setempat, Rabu (18/4).

Kiprah dari segi pelayanan, lanjut Yunahar, sudah cukup bagi UMY. Begitu pula dengan kualitas yang saat ini telah mengantongi akreditasi institusi kategori ‘A’. “Tidak banyak perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah mengantongi akreditasi insitusi ‘A’. Dari sekian perguruan tinggi Muhammadiyah se Indonesia, hanya lima yang akreditasi ‘A’ dan UMY salah satunya.”

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP menuturkan, UMY sudah mampu melakukan akselarasi dalam berbagai aspek akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Menjadi kampus yang memiliki reputasi internasional sudah menjadi fokus kami saat ini. Pada bidang penelitian kami mengembangkan sains, teknologi, industri, lingkungan, sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, dan kemanusiaan.”

Pada 2017, misalnya, sebanyak 37 orang peneliti dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Inggris, Malaysia, dan Taiwan melakukan kerjasama penelitian dengan dosen UMY. “Kampus kami juga telah menjadi tujuan studi para pelajar dari berbagai negara,” tutur Gunawan kemudian. Pada tahun akademik 2017/2018 tercatat ada 76 mahasiswa asing yang tersebar di berbagai program S1 dan S2. Meningkat dari jumlah sebelumnya, 55 orang.

Menyampaikan pidato milad, Konjen (Konsul Jenderal) RI di Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, Dr Mohamad Hery Saripudin MA mengemukakan, hubungan harmonis antara bangsa Indonesia dengan Arab Saudi sudah terjalin sejak lama. Terlebih kedua negara tersebut memiliki kesamaan, mayoritas masyarakat muslim terbanyak di dunia. Karena itulah, hubungan bilateral antara kedua negara diharapkan bisa semakin erat, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Guna mendukung gerakan Internasionalisasi Muhammadiyah khususnya UMY, kami sangat terbuka memberikan kesempatan bagi mahasiswa UMY untuk bisa melaksanakan KKN di Jeddah. Gerakan Internasionalisasi ini juga merupakam langkah nyata sebagai bagian dari ijtihad Muhammadiyah. Warga Muhammadiyah harus melihat momentum yang sangat penting ini dan menunjukkan, umat Islam tidak hanya toleran dan moderat. Tapi, harus menjadi umat yang kekinian dan berorientasi dalam memaksimalkan potensi ekonomi lokal agar bisa memberikan manfaat secara meluas,” tandas Hery.

Masyarakat Indonesia setiap tahun berbondong-bodong melaksanakan ibadah haji maupun umrah dan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dengan keberadaan masyarakat Indonesia di Arab Saudi tentu harus ada jaminan mereka dilindungi pemerintahnya, terhadap tenaga kerja maupun para pelajar. “Meningkatnya masyarakat dunia yang berkunjung ke Arab Saudi pun sangat membuka peluang untuk para pebisnis. Untuk itu keluarga besar Muhammadiyah juga harus mampu melihat peluang tersebut untuk dapat berkiprah dalam kerjasama pada bidang ekonomi dan perdagangan,” imbuh Hery. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan