UMY Menuju Universitas Bereputasi Di Asia

Mahasiswa asing UMY bersama rektor Gunawan Budiyanto (tengah depan).

Mahasiswa asing UMY bersama rektor Gunawan Budiyanto (tengah depan).

 

JOGJA – Asia menjadi sebuah terma yang penting. Tak hanya sebagai suatu wilayah tetapi juga sebagai lingkungan akademik. Berdasarkan catatan THE 2016, sebanyak 31 universitas di Asia termasuk dalam 100 besar universitas terbaik dunia. Artinya, universitas-universitas di Asia diakui peneliti dunia dan berkontribusi dalam pengembangan ide serta ilmu pengetahuan.

“Merespon situasi sosial politik yang sangat dinamis itu UMY memiliki visi menjadi universitas bereputasi di Asia pada 2020,” ujar Rektor UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Dr Ir Gunawan Budiyanto MP, saat menerima mahasiswa asing, di kampus setempat, Senin (16/10).

UMY saat ini memiliki sekitar 98 partner internasional, seperti Korea University Korsel, Thammasat University Thailand, dan Bradford University Inggris. Pada semester ini, UMY memiliki sekitar 79 mahasiswa asing yang terdaftar secara full-time maupun part-time.

“Untuk menjadi bereputasi tak hanya dengan mengirim staf dan mahasiswanya keluar, tapi juga menerima staf dan mahasiswa untuk bergabung dalam kegiatan akademik dan non-akademik. “Pada tahun yang akan datang, UMY akan bersiap untuk menerima sekitar empat ratus mahasiswa dari universitas partner,” tutur Gunawan kemudian.

Sebanyak 79 mahasiswa asing, meliputi full study 50 orang, exchange 27 orang, dan dua orang magang atau internship. Mahasiswa full study dan exchange, masing-masing berasal dari Amerika Serikat tujuh orang, Belanda (1), Brazil (1), Korea (2), Libya (1), Malaysia (12), Mesir (1), Philipina (6), Rwanda (1), Thailand (34), Timor Leste (4), Tiongkok (3), Turki (2), Turmenistan (1), dan Yaman (1).

“Kami berharap Anda dapat menikmati pengalaman berkuliah serta tinggal di lingkungan UMY. Anda dapat belajar lebih dalam mengenai Indonesia, Muslim, serta budayanya. Setelah menyelesaikan kuliah di kampus ini, sebarluaskan pengalaman baik dan ajak teman-teman Anda bergabung dengan universitas kami,” pesan Gunawan kepada segenap mahasiswa asing itu.

Mahasiswa asal Filipina, Enrique Batara, yang sedang mengambil Program Doktoral Program Studi Ilmu Politik menceritakan, takjub dengan bangunan di UMY dan beberapa fasilitas yang ada. “Suasana kelas yang kompetitif juga sangat terasa. Dosen yang kompeten dan sangat membantu mahasiswa asing dalam proses pembelajaran, membuat saya betah kuliah di UMY,” katanya

Ms Elka dari Princeton University, New Jersey, USA mengatakan, sangat senang melakukan internship di UMY. “Dan memang saya merasa, suasana belajar di kampus UMY sangat baik. Siapa tahu nanti, ketika saya kembali ke UMY lagi, saya bisa melanjutkan program doktoral di sini,” ungkapnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan