UMY Resmikan Twin Buildings

 IMG_20170223_143554
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah berkacamata) menerima penjelasan seputar ‘twin buildings’ UMY.
JOGJA – Ketua Umum PP (Pimpinan Wilayah) Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir MSi meresmikan gedung kembar, twin buildings, UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Senin (20/2) lalu, dengan menandatangani prasasti yang ada di pelataran gedung baru berlantai tujuh itu.
“Ketika rektor UMY meminta kepada saya untuk menamai gedung ini, langsung saya katakan, namakan KH Ibrahim,” ujar Haedar, mengawali penuturannya mengapa gedung yang akan dipergunakan sebagai tempat perkuliahan FPB (Fakultas Pendidikan Bahasa) serta FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) itu kemudian diberi nama gedung KH Ibrahim.
KH Ibrahim, tutur Haedar, merupakan ketua umum kedua PP Muhammadiyah setelah KH Ahmad Dahlan. “Jadi beliau merupakan penerus langsung pucuk pimpinan Muhammadiyah dari KH Ahmad Dahlan. Beliau sendiri merupakan sosok yang cerdas sehingga patut namanya kita abadikan untuk gedung ini,” imbuhnya.
KH Ibrahim, masih menurut Haedar, pun termasuk ketua umum yang langka karena beliau seorang hafidz atau hafal Al Qur’an dan lancar berbahasa Arab karena pernah beberapa tahun bermukim di Mekkah.
“KH Ibrahim juga merupakan salah seorang tokoh Muhammadiyah yang cerdas. Setiap minggu beliau mengasuh pengajian. Hal ini merupakan salah satu cara beliau dalam menyebarkan pemikiran dan ajarannya,” papar Haedar.
Beliau pula yang memiliki inisiatif menggelar muktamar secara bergiliran di beberapa daerah. Tujuannya jelas, untuk memperluas pergerakan Muhammadiyah. “Bayangkan, pada tahun 1926, Muhammadiyah sudah sampai ke Merauke. Itu atas jasa KH Ibrahim,” ujar Haedar.
Karenanya, dengan nama KH Ibrahim ini, UMY diharapkan dapat menggunakan inspirasi beliau dalam melaksanakan pendidikannya. “Pertama, spirit Al Qur’an harus menjadi dasar nafas pendidikan kita. Kedua, semangat untuk memperluas ilmu. UMY harus menanamkan tradisi keilmuan untuk dijadikan budaya. Terakhir, Kampus UMY harus punya praksis pencerahan untuk mencerdaskan rakyat,” tandas Haedar.
Gedung baru UMY itu memiliki total ruang kelas 22 unit dengan masing-masing berkapasitas 50 orang dan tiga amphiteather berkapasitas 224 orang, 124 orang, dan 150 orang. Memiliki luas bangunan 9.785 m2, gedung ini memiliki tujuh lantai terdiri dari lantai semi basement, lantai dasar, dan lantai 1 hingga 5. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan