Universitas Ini Jadikan Alumni Etalase

Hapsada: Wakil Rektor I UAD, Muklas, pada pembukaan temu akbar Hapsada (Himpunan Alumni Pascasarjana UAD), di kampus setempat, Sabtu (14/4).

Hapsada: Wakil Rektor I UAD, Muklas, pada pembukaan temu akbar Hapsada (Himpunan Alumni Pascasarjana UAD), di kampus setempat, Sabtu (14/4).

JOGJA – Keberadaan alumni sangat penting bagi suatu perguruan tinggi. Bahkan kualitas atau pun gengsi perguruan tinggi bisa dilihat dari mutu maupun kiprah alumni mereka di masyarakat. Hal itu pula yang disadari oleh PPs (Program Pascasarjana) UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta. Otomatis, alumni bisa menjadi peraga yang sangat baik guna mewakili universitas.

“Alumni, di mana pun berada dan menduduki posisi apa pun harus secara otomatis siap untuk menjadi peraga guna menunjukkan kualitas almamater. Dan selalulah bersikap untuk berbuat yang terbaik,” ujar Direktur PPs UAD, Prof Dr Ahmad Mursyidi Apt, di sela temu akbar alumni PPs UAD, di kampus setempat, Sabtu (14/4).

Meski baru memiliki alumni sekitar 1.200-an orang namun kiprah mereka di dunia kerja cukup membanggakan. Beberapa di antaranya dipercaya menjadi orang nomor satu atau kepala sekolah di beberapa sekolah milik Muhammadiyah di Kebumen, Purworejo, dan lain-lain. Pada temu alumni itu jumlah pendaftar mencapai 136 orang dari tujuh program studi yang ada. “Yang terjauh berasal dari Ternate, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Jakarta,” papar ketua panitia, Dr Nikmah Nurbaety MPdBI.

Selain seminar bertajuk Meningkatkan Peran Alumni Berbasis Keunggulan Prodi, temu alumni juga menggelar workshop penulisan karya ilmiah. Memilih pula ketua Hapsada (Himpunan Alumni Pascasarjana UAD) untuk periode 2018-2023, dan yang terpilih Sriyanto MPdSi alumnus Magister Pendidikan Fisika. Disumbangkan pula beberapa buku karya alumni kepada Pascasarjana UAD.

Wakil Rektor I UAD, Dr Muklas MT menegaskan, para alumni hendaknya mampu memanfaatkan keunggulan yang dimiliki dalam kiprah sehari-hari sehingga para stakeholders lebih percaya secara individual maupun secara institusional. “Jika mampu memanfaatkan keunggulan, bisa dipastikan secara individual akan berdampak pada pekerjaan yang bermartabat dan peran yang lebih signifikan,” ujarnya.

Kepada para alumni, Muklas juga berpesan, untuk sekali-sekali datang ke kampus guna berbagi. “Ini penting bagi kami. Terutama berkaitan dengan pengembangan kurikulum. Seminar juga jangan hanya menjadi wacana tapi yang lebih penting implementasinya. Begitu pula workshop penulisan karya imliah sangat penting karena UAD saat ini telah mencapai reputasi ilmiah yang cukup baik,” tandasnya.

Ketua Kamada (Keluarga Alumni UAD) Purnomo ST mengemukakan, perlunya sinergitas dan konektivitas antar-alumni serta membangun jejaring di berbagai daerah dan berbagai bidang. “Semua itu dalam rangka meningkatkan peran alumni itu sendiri, serta meningkatkan brand UAD sebagai peran nyata alumni,” tuturnya kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan