Universitas Ini Terus Perangi Rentenir

BPR Syariah: UAD Jogjakarta menyampaikan cinderamata kepada BPR Syariah 'Carana Kiat Andalas', di depan kantor BPRS tersebut, di Padang Luar, Agam, Sumbar, Kamis (15/2).

BPR Syariah: UAD Jogjakarta menyampaikan cinderamata kepada BPR Syariah ‘Carana Kiat Andalas’, di depan kantor BPRS tersebut, di Padang Luar, Agam, Sumbar, Kamis (15/2).

PADANG LUAR – Rentenir di mana-mana selalu mengumbar bunga pinjaman hingga mencekik leher pedagang. Terutama pedagang kecil di pasar-pasar tradisional. Tak terkecuali di Padang Luar, Agam, Sumbar (Sumatera Barat). Berjarak ribuan kilometer tak menyurutkan niat UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta ketika diminta menyehatkan sebuah BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah) yang hampir kolaps di ranah Minang itu. Sembari menyehatkan BPRS, UAD pun sedikit demi sedikit mampu menyingkirkan rentenir di kalangan pedagang kecil menengah di lereng gunung Marapi itu.

“Terjadi mismanajemen pada 2015. Kami pun datang ketika diminta untuk ikut campur membenahi. Kini BPRS ini mulai sehat dan menjadi salah satu amal usaha UAD,” ungkap Wakil Rektor II UAD, Safar Nasir, saat mengunjungi BPRS Carana Kiat Andalas, di Nagari Padang Luar, Agam, Sumbar, Kamis (15/2), bersama beberapa wartawan asal Jogjakarta.

Bukan hanya mampu menjaring para pelaku usaha kecil menengah dan memerangi rentenir di wilayah yang terletak sekitar tujuh kilometer selatan kota Bukittinggi, itu UAD pun mampu merangkul warga Muhammadiyah setempat untuk menjadi nasabah di BPRS tersebut. Tak kurang dari 2000-an orang warga Muhammadiyah setempat atau 20 persen dari total nasabah BPRS Carana Kiat Andalas telah memanfaatkan jasa keuangan BPRS itu saat ini.

Dirut BPRS Carana Kiat Andalas, Yayan Hadi Saputro menggambarkan, bunga dari para rentenir bisa sampai 30 persen per tiga bulan. Sedangkan BPRS yang ia pimpin hanya 15-20 persen per tahun. Jauh lebih ringan. “Tapi bukan perkara gampang jika kemudian kami mampu menjaring para pedagang menjadi nasabah. Perlu kerja keras hingga kami memperoleh kepercayaan masyarakat seperti sekarang ini.”

Melalui pasokan modal hingga total mencapai sekitar Rp 4,2 miliar dari UAD, setapak demi setapak BPRS yang ada di Padang Luar, kabupaten Agam itu mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai institusi pengawas perbankan. “Terutama menyangkut persoalan kredit macet yang membuat BPRS kami menyandang status kurang sehat, sehingga bisa terhindar dari penutupan oleh OJK,” tutur Yayan.

Sebelum UAD ikut turun tangan membenahi manajemen, papar Yayan kemudian, rasio kredit macet di BPRS tersebut sempat mencapai 56 persen. Hanya dalam kurun waktu sekitar dua tahun, kredit macet itu tinggal 28 persen saat ini. “Keberhasilan itu tak lepas dari pendampingan UAD yang diwakili pak Safar, yang harus bolak-balik ke sini setiap tiga bulan sekali.”

Memang masih jauh dari persyaratan OJK yang mewajibkan kredit macet bagi BPR tak boleh lebih dari delapan persen. “Tapi penurunan drastis kredit macet selama dua tahun itu membuat kami optimis akan mampu memenuhi persyaratan OJK pada akhir tahun nanti,” ujar Yayan optimistik. Karena keberhasilannya, saat ini pun BPRS Carana Kiat Andalas telah menjadi tempat belajar bagi BPRS di Sumbar.

Dengan total karyawan 39 orang, BPRS binaan UAD itu yakin akan mampu terus berkembang. Sebagai sedikit gambaran, jika semula aset yang dimiliki senilai Rp 12 miliar, kini aset BPRS tersebut telah mencapai Rp 17 miliar. “Dengan UAD berada di belakang kami, saat ini guru dan dosen Muhammadiyah di Padang Panjang telah mempercayakan pembiayaan dan penghimpunan dana kepada kami,” ungkap Yayan lebih jauh.

Safar Nasir mengharapkan, keberhasilan pengembangan BPRS di Padang Luar ini bisa menjadi model bagi pengembangan BPRS lain di daerah lain. “Keberhasilan membenahi sekaligus mengembangkan BPRS ini tak lepas dari teori yang kami dalami di universitas. Ternyata berbagai teori di dalam kelas mampu kami optimalkan pemanfaatannya di lapangan atau di dunia bisnis secara nyata,” tandasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan