Universitas Ini Terus Tingkatkan Mahasiswa Asing

ICCF: Salah satu sudut International Cultural and Culinary Festival, di kampus UMY, Selasa (20/3).

ICCF: Salah satu sudut International Cultural and Culinary Festival, di kampus UMY, Selasa (20/3).

JOGJA – Seiring program internasionalisasi serta sesuai tagline yang dimiliki, Muda dan Mendunia, UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) menggelar festival tahunan budaya dan kuliner yang diikuti mahasiswa asing yang sedang menempuh studi. Untuk internasionalisasi itu pula universitas tersebut terus berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa asing.

“Paling tidak, kami akan terus meningkatkan jumlah mahasiswa asing hingga lima sampai sepuluh persen,” jelas Kepala KUI (Kantor Urusan Internasional) UMY, Yordan Gunawan, di sela gelaran ICCF (International Cultural and Culinary Festival), di kampus setempat, Selasa (20/3), yang diikuti tak kurang oleh 69 mahasiswa asing asal 20 negara.

Selain beberapa mahasiswa lokal, sejumlah mahasiswa asing tersebut merupakan peserta program student exchange maupun full study. Antara lain berasal dari Amerika Serikat, Filipina, Iran, Italia, Malaysia, Mesir, Singapura, Taiwan, Thailand, Timor Leste, Tiongkok, Tunisia, Turki, Turkmenistan, dan Yaman. “Mereka juga mempresentasikan masakan tradisional atau masakan spesial masing-masing negaranya,” ujar Yordan.

Total jumlah mahasiswa asing di UMY saat ini ada 79 orang. Mahasiswa tingkat sarjana maupun pascasarjana. Berasal dari Amerika, Eropa, Asia, maupun Australia. “Sedangkan Afrika hanya Mesir dan Tunisia. Negara-negara Afrika selebihnya sangat kurang karena biasanya sulit memperoleh visa. Persyaratan dan screening-nya ketat sekali,” papar Yordan.

Beberapa program studi yang paling banyak peminatnya, lanjut Yordan, biasanya yang lebih bersifat universal. Misalnya, Hubungan Internasional, Bahasa Inggris, dan Ekonomi Islam. “Jumlah mahasiswa asing saat ini masih sangat kurang sehingga kami akan terus berusaha untuk meningkatkan jumlahnya hingga lima persen ke depannya.”

Jika jumlah mahasiswa masih minim, jumlah kerjasama antara UMY dengan universitas luar negeri hingga saat ini sudah cukup banyak. Tak kurang dari 113 universitas asing telah menjalin kerjasama dengan UMY dalam berbagai bidang kerjasama. “Namun untuk asal atau jumlah negaranya saya tidak hafal,” tutur Yordan lebih jauh.

Mengenai gelaran ICCF yang diselenggarakan oleh Lembaga Kerjasama UMY itu, antara lain bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa asing di Jogjakarta untuk berkumpul dan memperkenalkan kebudayaan mereka kepada mahasiswa Indonesia. Begitu pula sebaliknya. “Juga untuk membangun komunikasi dan relasi di antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing,” ungkap Wakil Rektor IV UMY, Hilman Latief.

Selain kitchen street yang menampilkan masakan tradisional dan spesial, ICCF dimeriahkan pula dengan cultural performance. Tak kurang dari 160 orang akan tampil pada pertunjukan itu. UMY juga akan mengadakan cultural week selama sepekan dimulai Senin (19/3). “Para mahasiswa asing akan kami ajak mengunjungi beberapa tempat wisata di DIJ maupun Jawa Tengah, menikmati pertunjukan seni, dan belajar kebudayaan Indonesia,” tandas Hilman. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan