Universitas Tak Semestinya Berjarak

 IMG_20170428_005911
Rektor UII, Nandang Sutrisno (kiri), saat menyampaikan laporan tahunan pada Milad Ke-74, di kampus setempat.
JOGJA – Sebagai mercu suar kebenaran, universitas seringkali menjaga jarak dari hiruk-pikuk keseharian sehingga acapkali dijuluki sebagai ‘menara gading’ yang megah menjulang tapi tak bersentuhan dengan realita. Universitas harus mampu menjadi penegak kebenaran sehingga keberadaannya sebagai pengupaya pengetahuan dapat diandalkan.
“Itu merupakan konsekuensi suatu universitas, sebagaimana UII, yang didirikan dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan,” ujar dosen FTSP UII (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan – Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta, Dr Ir Revianto Budi Santoso MArch, saat menyampaikan pidato ilmiah dalam rangka Milad Ke-74 UII, di auditorium kampus setempat, belum lama ini.
Situasi saat ini, lanjut Revianto, menuntut universitas untuk menyandang kedua peran menjadi penegak nilai sekaligus menjadi bagian dari kesibukan keseharian. “Perguruan tinggi harus memiliki pijakan nilai luhur sehingga mampu mentransendensikan kehidupan tapi harus memiliki keterlibatan intensif dengan kehidupan sehingga mampu mengkontribusikan kebaikan,” tegasnya.
Perbedaan mendasar yang dihadapi adalah bertebarannya sumber-sumber kebenaran dan pseudo-kebenaran sekarang ini. Realitas digital dengan akselersi akses data menjadikan dunia sebagai ajang untuk menyampaikan, meneriakkan, mendesakkan, dan kadang memaksakan berbagai informasi, pengetahuan, maupun kebenaran.
Ajakan untuk menebar terorisme atas nama ideologi tertentu bersanding dengan seruan untuk mengkonsumsi mie instan. Ayat suci berbagi layar dengan umbaran syahwat dan kiat bisnis. “Dalam dunia yang sangat ramai itu, universitas sama sekali tidak dalam posisi memonopoli pengetahuan tapi tetap harus berusaha menjadikan pengupayaan pengetahuan sebagai urusan utamanya dengan kebeningan refleksi dan pemikiran sehingga dapat mencerahkan lingkungannya,” kata Revianto
Rektor UII, Nandang Sutrisno SH LLM MHum PhD, saat menyampaikan laporan tahunannya banyak mengemukakan kemajuan prestasi maupun capaian mutu universitas yang didirikan atas prakarsa beberapa tokoh nasional, seperti Dr Moh Hatta, Moh Natsir, Prof KH Abdulkahar Mudzakkir, Moh Roem,dan KH Wachid Hasyim, 74 tahun silam itu.
“Dalam perjalanannya UII yang senantiasa memegang teguh komitmen pada nilai-nilai keislaman terus berupaya meningkatkan kualitas dan potensi yang dimiliki. Upaya ini dilakukan tidak lain dengan harapan sebagai kontribusi nyata UII dalam mencetak generasi bangsa yang unggul dan berkualitas,” tandas Nandang. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan