UNY Segera Realisasikan Nolisasi Dosen S2

Dies FE UNY: Wakil Rektor I UNY Prof Dr Margana MHum MA pada Sidang Senat Fakultas Terbuka Upacara Dies Natalis Ke-8 FE UNY, di kampus setempat, Selasa (25/6).

Dies FE UNY: Wakil Rektor I UNY Prof Dr Margana MHum MA pada Sidang Senat Fakultas Terbuka Upacara Dies Natalis Ke-8 FE UNY, di kampus setempat, Selasa (25/6).

JOGJA – Sebagai perguruan tinggi yang lebih dari separo program studinya mengantongi akreditasi ‘A’, UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) harus terus meningkatkan kualitasnya. Termasuk kualitas para dosen. Tak terkecuali dosen FE (Fakultas Ekonomi) yang tahun ini memperingati dies natalis ke-8.

“Sesuai permintaan menteri, ke depan jangan ada lagi dosen hanya menyandang gelar S2. Semuanya harus S3,” ungkap Wakil Rektor I UNY, Prof Dr Margana MHum MA, pada Sidang Senat Fakultas Terbuka Upacara Dies Natalis Ke-8 FE UNY, di kampus setempat, Selasa (25/6).

Bertajuk Membangun Keunggulan Fakultas Ekonomi UNY Di Era Revolusi Industri 4.0, acara yang dihadiri tak kurang dari 200 orang lebih peserta terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pimpinan UNY, alumni, dan rekanan itu sekaligus dijadikan sebagai ajang halal bil halal.

Margana pun mengemukakan, seluruh dosen baru nantinya akan disodori semacam kontrak agar dalam waktu satu hingga dua tahun harus menyelesaikan studi dan menyandang gelar S3. “Dengan demikian program UNY terkait dengan nolisasi dosen S2 bisa segera terealisasi,” tandasnya.

Prodi di FE UNY terutama Manajemen dan Akuntansi, imbuh Margana, selalu menjadi favorit calon mahasiswa baru setiap tahun. Posisi UNY sudah di kluster-1 pemeringkatan Kemenristekdikti. “Ada di peringkat kesebelas dari empat ribuan lebih perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini mengharuskan UNY untuk terus berupaya memberikan kualitas yang terbaik.”

Dosen FE UNY, Ani Widayati MPd EdD menyampaikan, dosen yang tak mau berkompromi dengan teknologi di era pendidikan 4.0 ini akan terpinggirkan. “Menjadi adaptif transformatif merupakan suatu keharusan bagi kita untuk dapat mengikuti perubahan dalam menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak milenial.”

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan pendidik untuk dapat menjadi dosen yang adaptif dan transformatif. Dapat berupa peningkatan kualitas akademik maupun peningkatan kompetensinya dalam berperilaku secara baik dan tepat di era disrupsi.

“Peningkatan kualifikasi akademik dilakukan dengan mensuport dan mewajibkan dosen untuk melanjutkan studinya sampai dengan S3. Bahkan UNY sudah sejak tiga tahun lalu menggulirkan program nolisasi S2. Artinya secara bertahap semua dosen harus segera melanjutkan studinya sampai S3,” ujar Ani.

Upaya yang nampak sedang berjalan adalah program PMDSU (Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) yang digalakkan Kemenristekdikti. “Program ini dirancang di antaranya untuk menjembatani perbedaan generasi pendidik dan terdidik. Diharapkan generasi milenial yang akan memfasilitasi pembelajaran untuk mahasiswa generasi milenial. Sudah saatnya dosen milenial mengajar mahasiswa milenial,” tandas Ani. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan