Warga Kota Jogja Makin Sejahtera

Miskin: Plt Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Bedjo Suwarno (kiri) serta Kasie Data dan Informasi Dinas Sosial Kota Jogja Esti Setyarsi menyampaikan data jumlah warga miskin di kota setempat.

Miskin: Plt Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Bedjo Suwarno (kiri) serta Kasie Data dan Informasi Dinas Sosial Kota Jogja Esti Setyarsi menyampaikan data jumlah warga miskin di kota setempat.

JOGJA – Berdasarkan data, jumlah warga kota Jogjakarta yang masuk dalam KS-JPS (Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial) mengalami penurunan. Pada 2016 atau pemegang KMS (Kartu Menuju Sejahtera) 2017 sebanyak 18.651 KK (kepala keluarga) atau 60.215 jiwa. Data 2017 atau pemegang KMS 2018 sebanyak 17.253 KK atau 55.094 jiwa.

“Berdasarkan data atau angka-angka tersebut bisa disimpulkan jumlah warga miskin kota Jogja mengalami penurunan. Bisa dikatakan pula, kondisi sosial ekonomi warga kota Jogja semakin sejahtera,” ungkap Kasie Data dan Informasi Dinas Sosial Kota Jogjakarta, Esti Setyarsi, kepada wartawan, di balaikota setempat, Selasa (9/1).

Secara lebih terperinci, sebanyak 17.253 KK itu yang masuk kategori fakir miskin (KMS 1) sebanyak 16 KK, kategori miskin (KMS 2) ada 4.781 KK, dan masuk kategori rentan miskin (KMS 3) sebanyak 12.456 KK. Dilihat per kecamatan, pemegang KMS 1 masing-masing ada di kecamatan Tegalrejo sebanyak 1 KK, Jetis (2), Gedongtengen (3), Wirobrajan (5), Mantrijeron (1), Gondomanan (1), Mergangsan (2), dan Umbulharjo (1).

Bukan hanya tanggungjawab dinas sosial, persoalan penanggulangan kemiskinan di kota Jogjakarta ‘dikeroyok’ oleh berbagai OPD (organisasi perangkat daerah) terkait. “Ada TKPK atau tim koordinasi penanggulangan kemiskinan yang diketuai langsung wakil walikota,” ungkap Plt Kepala Dinas Sosial Kota Jogjakarta, Bedjo Suwarno.

Karena itu, Bedjo tidak mengetahui persis dan detail mengenai jaminan sosial apa saja yang berhak diterima warga miskin. “Yang jelas, yang menjadi kewenangan murni dinas sosial hanya menyangkut pendataan, serta berbagai bantuan sosial. Program-program yang lain, langsung ditanyakan saja ke TKPK yang berkantor di Bappeda Kota Jogjakarta,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan.

Kendati begitu, menurut Esti, jaminan perlindungan sosial bagi warga miskin kota secara umum tak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Mereka yang masuk ke dalam KMS antara lain akan menerima jaminan pendidikan, jaminan kesehatan, bantuan bagi rumah tak layak huni, santunan kematian, berbagai macam pelatihan, dan sebagainya.” (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan