Wayang dan Keteladanan Pahlawan

Eko Suwanto (kiri) dan Ki Seno Nugroho

Eko Suwanto (kiri) dan Ki Seno Nugroho

JOGJA – Memperingati Hari Pahlawan, DPRD DIY menggelar pertunjukan seni tradisi wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Makutharama bersama dalang Ki Seno Nugroho, di halaman kantor legislatif setempat, Jumat (16/11) malam.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto menegaskan, melalui pergelaran wayang kulit semalam suntuk itu masyarakat khususnya para penonton yang malam itu hadir, dapat meneladani dan menggali lagi jiwa kebangsaan.

“Kita memiliki tanggungjawab besar, menjaga dan merawat NKRI. Seni tradisi sengaja dihadirkan untuk memperingati Hari Pahlawan. Pahlawan, sosok yang punya keikhlasan, kerelaan untuk mengedepankan kepentingan bangsa,” kata Eko.

Di dalam kesempatan membuka acara pergelaran wayang kulit, itu Eko tak lupa menyapa tamu undangan, termasuk beragam kalangan masyarakat yang menyempatkan hadir untuk menonton aksi Ki Dalang. Termasuk sejumlah wisatawan yang mampir ke DPRD.

Pilihan lakon Wahyu Makutharama merupakan hasil dari pemikiran panjang, setelah sebelumnya DPRD DIY menggelar lakon Duryudana Gugur yang menggambarkan cerita kebenaran yang menang mengalahkan lambang kejahatan dan kedzaliman.

Ki Seno Nugroho melalui tokoh wayang Begawan Kesawasidhi pada lakon Wahyu Makutharama, itu menceritakan ujaran kebaikan, memberikan wejangan Astabrata. Meliputi pratiwi, surya, candra, samirana, jaladri, tirta, kartika, dan dahana yang merupakan nilai dasar sikap maupun perilaku yang harus dijalani manusia, yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melalui lakon Wahyu Makutharama, kita juga ingin sampaikan harapan agar tetap bisa merawat bangsa agar yang muda bisa meneladani. Semoga DPRD DIY selalu di jalan yang lurus, jalan yang benar,” tandas Eko. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan