Wayang Layang L’Oiseau Menandai Printemps Festival 2016

JOGJA (jurnaljogja) – Pertunjukan wayang layang  L’Oiseau (The Bird) menandai dibukanya Festival Printemps Francais ke-12 di halaman Museum Nasional Jogja, Kamis (28/4). Pertunjukkan  wayang layang-layang raksasa malam itu disaksikan ratusan orang.
      Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, menjelaskan, festival  yang  diselenggarakan Institute Francais d’Indonesie (IFI) dan didukung Bakti Budaya Djarum Foundation kali itu merupakan kolaborasi seni dua negara Prancis-Indonesia. Pertunjukan dibawakan Les Remouleurs, beranggotakan Gallia Vallet, Olivier Vallet dan Anne Bitran. Mereka berkolaborasi dengan seniman Indonesia, yaitu Bob dari Komunitas Marjinal kolektif Jakarta, Heri Dono, Rangga jadoel dan Sugeng Utomo dari Jogjakarta. Lainnya, Gepeng Dewantoro dan Wayang Motekar dari Bandung.
       Kolaborasi kreativitas seniman dua negara itu menghadirkan sebuah pertunjukan yang unik, yaitu wayang menggunakan layang-layang sebagai media penyampaian pesan. Dengan hadirnya pertunjukan wayang layang dalam Printemps Francais 2016 kali ini diharapkan dapat menginspirasi para seniman bereksplorasi dalam berkarya. “Melalui pertunjukan ini diharapkan para penonton, khususnya generasi muda dapat lebih mengenal dan turut melestarikan budaya,”  ucap Renitasari.
       Pertunjukan wayang layang L’Oiseau ini menampilkan sebuah wayang layang raksasa ukuran mencapai 8 meter, yang diterbangkan ke angkasa. Wayang layang-layang itu menampilkan gambar-gambar ciptaan seniman kedua negara, bertema pendidikan dan karya cipta. The Bird, diusung dengan balon-balon helium ini disaksikan para penonton yang duduk melingkar di bawahnya. Pertunjukan ini diiringi musik ciptaan Grup Senyawa, beranggotakan Rully Shabara dan Wukir Suryadi dari Jogja. Grup band ini pernah tampil di Melbourne Internasional Jazz Festival 2011.
      Direktur Artistik Les Remouleurs, Anne Bitran merasa bersyukur karena sejak Oktober 2015, dirinya bisa bertemu banyak seniman hebat Indonesia, yang membuat sketsa untuk diproyeksikan  ke wayang layang dalam pertunjukan sang burung. “Kami beruntung bisa kerja sama dengan Senyawa, yang semakin membuat pertunjukan ini istimewa,” katanya.
      Pertunjukan ini selain dilangsungkan  di Jogja, juga di Jakarta pada 30 April, Surabaya pada 4 Mei, Bandung pada  7 Mei dan Bali pada 10 Mei mendatang. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan