Wisatawan Menjanjikan Sekaligus Memusingkan

Lobi Grand Aston Yogyakarta Hotel & Convention Center

Lobi Grand Aston Yogyakarta Hotel & Convention Center

JOGJA – Jumlah kedatangan wisatawan ke Jogjakarta tahun depan diyakini akan meningkat. Perhotelan pun menyatakan siap menghadapi lonjakan jumlah pelancong itu. Terlebih jika pengoperasian NYIA (New Yogyakarta International Aiport) sesuai target, mulai April 2019.

“Lonjakan jumlah wisatawan itu pasti. Tapi, bagi kami yang berkecimpung di dunia perhotelan, Jogja itu cukup memusingkan. Hanya yang kreatif, bersedia bekerja keras, yang akan bertahan,” ungkap GM (General Manager) Grand Aston Yogyakarta Hotel & Convention Center, Iman Teguh Setiawan CHA, di hotel setempat, Jalan Urip Sumoharjo, Jogjakarta, Kamis (27/12).

Sebagai hotel berbintang lima, Iman mengaku, memang harus siap memberikan pelayanan terbaik bagi tamu. Data BPS selalu menunjukkan, tingkat hunian hotel berbintang lima di Jogjakarta hanya sekitar 0,84 persen. Hotel bintang tiga atau empat lebih diuntungkan karena peningkatannya bisa mencapai 40 persen.

Terletak di tengah kota, Iman optimistis, hotel yang dikemudikannya akan bertahan di posisi lima besar di antara hotel-hotel di Jogjakarta. “Semua hotel itu sejatinya sama. Produknya kamar dan F&B. Tinggal bagaimana mutu pelayanannya terhadap para tamu,” tegasnya.

Pelayanan prima serta ramah dan menghormati setiap tamu yang datang, menurut Iman, menjadi kekuatan utama hotel yang dipimpinnya. “Semua karyawan, tak terkecuali harus memiliki pola pikir dan visi selalu menghargai setiap tamu yang datang. Tak heran jika kemudian banyak tamu yang kembali datang untuk menginap di hotel kami,” tuturnya kemudian.

Ucapan Iman bukan omong kosong belaka. Terbukti pada November kemarin, Grand Aston Jogjakarta mampu meraih penghargaan internasional, World Luxury Hotel Award, sebagai Best Luxury Business Hotel. “Ini semacam Oscar kalau di perfilman. Dan kami satu-satunya hotel di Jogja yang memperolehnya,” jelasnya bangga.

Pencapaian yang membanggakan itu menjadi pelengkap untuk 23 penghargaan lainnya yang telah diterima selama kurun waktu tujuh tahun. World Luxury Hotel Award sendiri telah berdiri sejak 2006 dan diakui sebagai organisasi global yang menjadi tolok ukur dalam pemberian penghargaan bergengsi kelas dunia dan eksklusif dalam industri perhotelan atas fasilitas dan pelayanannya.

Diikuti lebih dari 1.000 hotel terbaik di dunia, Grand Aston Yogyakarta menjadi satu-satunya hotel dari Indonesia yang berhasil bersanding dengan 49 hotel berbintang dari berbagai penjuru dunia sebagai World Luxury Business Hotel. Ajang ini melibatkan lebih dari 300.000 pemilih dari seluruh dunia. Pemilihan dilakukan secara online selama empat minggu guna menentukan pemenangnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan