Anak Milenial DIY Tak Semestinya Menganggur

Anak Milenial DIY Tak Semestinya Menganggur

JOGJA – Menurun 3,14 persen, memang. Tapi angka pengangguran masih tetap menjadi catatan di DIY. Hanya saja, tidak semestinya anak milenial di DIY menganggur. BLKPP (Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas) DIY siap memberi pelatihan sekaligus menyalurkannya ke dunia kerja.

“Ada beberapa pelatihan di sini yang cocok bagi anak milenial. Misalnya, bidang desain grafis. Silakan mendaftar. Bahkan kami siap pula mencarikan pekerjaan,” ungkap Kepala BLKPP DIY, Basuki Murdowo, di sela menerima kunjungan kerja lapangan Komisi D DPRD DIY, di kantor balai setempat, Pingit, Jogjakarta, Kamis (16/1).

Selain bidang desain grafis, ada beberapa program pelatihan kekinian di UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bawah Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi) DIY itu. “Sejak dua tahun lalu, kami juga membuka pelatihan Internet Marketing,” ujar Basuki kemudian.

Selain dua program tersebut, tahun ini BLKPP juga membuka tak kurang dari 10 program pelatihan. “Menjahit, rias pengantin, dan kecantikan masih menjadi program yang paling diminati masyarakat saat ini,” jelas Basuki.

Bahkan BLKPP DIY pun siap menyalurkan warga masyarakat yang berkeinginan bekerja ke luar negeri. “Biasanya kami memberikan pelatihan lebih dahulu hingga memenuhi standar kompetensi yang diminta,” tutur Basuki seraya mengatakan, selain hanya ber-KTP DIY, tak dipungut biaya untuk menjadi peserta pelatihan di BLKPP.

Ketua Komisi D DPRD DIY, Kuswanto, mengemukakan kinerja BLKPP atau program-program pelatihannya secara umum sudah bagus. “Tinggal bagaimana respon masyarakat. Mereka bersedia untuk maju, atau tidak. Karena untuk mendaftar pun bisa secara online,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Kepala Disnakertrans DIY, Andung Prihadi Santosa, menyatakan serapan peserta pelatihan ke pekerjaan formal berkisar 74 – 80 persen. Selebihnya menjadi wirausaha. “Tak hanya pelatihan secara teknis, di BLKPP inipun peserta diberi pelatihan kewirausahaan,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan anggota Komisi D DPRD DIY, Andung mengemukakan, hampir tidak ada kendala berarti bagi keberlangsungan BLKPP. “Soal anggaran, misalnya, sudah cukup memadai. Kendala saat ini justru ada di SDM. Jumlah pegawai yang pensiun masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah yang masuk.” (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post