Dana BPJS Cepat Habis, Ini Jawabnya

Dana BPJS Cepat Habis, Ini Jawabnya

KULONPROGO – Beragam pertanyaan terus bermunculan selama ini, mengapa dana masyarakat yang dihimpun oleh BPJS (Badan Pengelola Jaminan Sosial) Kesehatan cepat habis sehingga lembaga tersebut terus merugi. Kemenpora memiliki jawabannya. Salah satu sebabnya karena derajat kesehatan masyarakat Indonesia turun drastis.

“Sekarang ini derajat kebugaran melorot. Banyak anak muda terjangkiti penyakit,” ujar Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Raden Isnanto, di sela kegiatan Gowes Nusantara, di lapangan Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo DIY, Minggu (24/11).

Isnanto, pun mengaku prihatin adanya fenomena anak-anak muda yang secara umur sebenarnya belum waktunya menderita penyakit tertentu faktanya mereka sudah terjangkiti. “Salah satunya sebabnya karena kebanyakan main gadget sehingga malas bergerak bahkan jarang olahraga. Sedangkan biaya pengobatannya mahal.”

Akibatnya, lanjut Isnanto, dana BPJS-Kesehatan terkuras untuk mengobati mereka yang sakit. Dengan kata lain, biaya kesehatan di Indonesia boros. Ia kemudian mencontohkan. Pengobatan penyakit jantung, misalnya, sudah menyedot dana dari BPJS sebesar Rp 7,7 triliun, penyakit diabetes sebesar Rp 1,8 triliun, dan ginjal Rp 6 triliun.

“Mari, jangan buang uang rakyat dari BPJS. Kita harus menjaga kesehatan supaya kita bebas dari sakit. Jangan terlalu banyak main gadget,” ajak Isnanto seraya menegaskan, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak berolahraga karena bisa dilakukan di sela-sela rapat. Bisa juga sambil masak, istirahat sebentar, kemudian senam.

Faktor itulah yang membuat Kemenpora bersama FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) akan terus melakukan sosialisasi senam singkat, tidak sampai satu menit. “Banyak jenis senam. Tergantung umur. Silakan pilih. Yang penting santai,” kata Isnanto.

Di hadapan ribuan orang peserta yang memenuhi lapangan Wijimulyo, Bupati Kulonprogo Sutedjo juga mengajak warganya membiasakan olahraga. “Mari kita berolahraga menggerakkan tubuh untuk menjaga kebugaran supaya badan dan jiwa sehat. Silakan bergembira supaya fresh. Kita teriakkan salam olahraga jaya. Tangan mengepal. Gerakkan tangan kita. Tangan kalau tidak digerakkan bisa impoten,” ujarnya sambil setengah bercanda.

Sutedjo mengaku bersyukur Raden Isnanto selaku Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora bisa datang jauh-jauh dari Jakarta. “Ini semua karena kecintaan beliau terhadap Kulonprogo,” ujarnya sembari mengemukakan, Gowes Nusantara biasanya diadakan di Wates. Kali ini dipilih Kulonprogo wilayah utara. Animo masyarakat ternyata luar biasa.

Bagi Isnanto acara itu semacam reuni karena dulu dia bersekolah di Nanggulan. “Ini dulu namanya lapangan Wakaf. Tempat saya main bola. SMP saya di Jatisarono,” katanya seraya menjelaskan, Gowes Nusantara merupakan kegiatan Kemenpora dengan menunjuk Pemerintah Kabupaten/Kota selaku Panitia Pelaksana Daerah.

Gowes Nusantara etape Tour de Menoreh #3 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Tahun ini merupakan tahun ketiga. Tujuannya, memasyarakatkan kegiatan olahraga rekreasi bersepeda, mengangkat kembali ikon Jogjakarta sebagai Kota Sepeda.

Tujuan lain, lebih mengenalkan jalur-jalur di sekitar Menoreh. Dengan harapan, bisa juga bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kulonprogo. Sekaligus mengangkat potensi wisata di wilayah kabupaten yang terletak di ujung barat DIY itu.

Peserta terdiri dari komunitas sepeda seluruh Indonesia, serta masyarakat Kulonprogo dan sekitarnya. Peserta Sepeda Gembira Color Fun dengan target 20.000 orang peserta itu diajak mengelilingi wilayah Nanggulan dengan jarak kurang lebih 10 Km. Masyarakat setempat mengikuti Jalan Sehat sebagai salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan Gowes Nusantara. Diadakan pula Senam Massal SKJ Jadul. (ijo)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post