Golkar Bentuk Akademi Politik

Golkar Bentuk Akademi Politik

JOGJA – Menggandeng anak-anak muda terutama yang tergabung dalam AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar), politisi senior Golkar DIY Gandung Pardiman berinisiatif membentuk Akademi Politik dan Ekonomi Milenial.

“Saat ini semuanya sedang dipersiapkan. Mudah-mudahan Februari besok sudah terbentuk,” ungkap Gandung, yang juga anggota DPR RI Dapil DIY, itu di sela pembukaan workshop Kaderisasi AMPG kabupaten kota se DIY, di Jogjakarta, Minggu (19/1).

Tak perlu banyak-banyak jumlahnya, tapi di dalam akademi tersebut nantinya anak-anak muda tersebut harus benar-benar belajar kepemimpinan. Belajar public speaking, dan lain-lain. “Kalian yang akan menguasai dunia politik lima tahun ke depan,” tegas Gandung.

Gandung cukup serius menggandeng anak-anak muda kaum milenial karena mereka yang lima tahun ke depan akan menjadi ‘pengemudi’ partai. “Generasi milenial sekarang ini harus tampil. Kita-kita sebagai generasi sebelumnya, mendorong mereka saja,” kata Gandung.

Di hadapan sekitar 50 orang peserta workshop, Gandung, pun berpesan agar kader-kader muda Golkar terus berupaya menorehkan tinta emas dalam kiprahnya. “Kami siap menggembleng agar kalian anak-anak muda mampu berperan sebagai agen perubahan dengan karya yang nyata.”

Kepada anak-anak muda itu, Gandung juga menegaskan agar mereka kukuh terhadap doktrin kekaryaan Golkar. “Doktrin itu jelas. Anak muda harus memiliki tata nilai, prinsip, serta keyakinan yang kuat. Lima tahun ke depan, kalian semua yang akan ada di depan,” tuturnya memberi semangat.

Kepada kader-kader muda Golkar, itu Gandung mewanti-wanti agar menjadi anak muda yang memiliki respek terhadap rekan segenerasinya, maupun terhadap generasi yang di atasnya serta di bawahnya. “Pemimpin itu harus bersedia mendengar. Dan, itu menjadi salah satu ciri orang modern.”

Tak lupa, Gandung juga mengajak segenap anggota AMPG untuk turut berkiprah mencari solusi terbaik terhadap fenomena klithih yang saat ini masih terus menghantui warga Jogjakarta. “Gandeng anak-anak seusia SMA itu melalui berbagai kegiatan positif. Klithih harus dihentikan dan jangan lagi menjadi ancaman yang mengerikan,” ujarnya kemudian. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post