Guru Terdampak Bencana Terima Tunjangan Ekstra

Guru Terdampak Bencana Terima Tunjangan Ekstra

JOGJA – Dukungan pemerintah pusat dalam penyelenggaraan kegiatan belajar dalam situasi darurat pascabencana tak hanya berupa penyiapan kelas-kelas darurat, perlengkapan sekolah, dan buku. Kemendikbud juga akan memberikan tunjangan khusus selama tiga bulan bagi para guru terdampak bencana banjir, longsor, ataupun badai.

“Kesejahteraan guru itu sangat penting, apalagi pada saat sulit seperti ini. Untuk membantu orangtua, membantu anaknya beradaptasi terhadap bencana ini, kami memberikan tunjangan ekstra bagi para guru,” ujar Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, dalam siaran pers yang diterima jurnaljogja.com, Senin (6/1).

Terkait perbaikan sarana prasarana pendidikan yang rusak, Mendikbud mengungkapkan sedang melakukan koordinasi dengan Pemda, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kemendikbud tahun ini juga akan melakukan survei dan sensus kondisi sekolah di seluruh Indonesia. Mendikbud menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian atau lembaga serta lintas pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Itu jadi prioritas utama kami. Kalau tidak dikeroyok bersama-sama dengan berbagai macam instansi, tidak akan beres,” jelas Nadiem.

Saat meninjau kondisi sekolah roboh di SDN (Sekolah Dasar Negeri) Cirimekar 02 Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/1), Mendikbud meminta para murid dapat bersabar karena untuk sementara waktu harus belajar di kelas darurat.

“Enggak apa-apa ya untuk sementara ini di tenda ini. Tapi nanti kami berikan bantuan untuk segera direhabilitasi ya, Bu. Agar adik-adik bisa bersekolah kembali di dalam ruangan. Sementara sabar dulu ya,” ujar Nadiem kepada kepala sekolah SD tersebut Siti Choeriah, usai berbincang dengan siswa yang belajar di tenda kelas darurat.

Dalam peninjauan itu, Kemendikbud memberikan bantuan 100 paket perlengkapan sekolah berisi seragam sekolah, seragam Pramuka, alat tulis, satu unit tenda kelas darurat, 600 eksemplar buku modul belajar mandiri, dan 150 eksemplar materi esensial. “Biar adik-adik enggak ketinggalan pelajaran,” ujar Mendikbud.

Enam ruang kelas SDN Cirimekar 02 mengalami kerusakan. Atap dan dinding roboh pada 1 Januari 2020. Choeriah menyatakan tidak ada korban jiwa karena insiden terjadi dini hari dan saat libur sekolah. Sebanyak tiga ruang kelas rusak berat dan tiga ruang kelas lainnya rusak ringan.

Untuk sementara waktu, siswa belajar di ruang kelas darurat dan menumpang di sekolah lain karena seluruh bangunan kelas akan direhabilitasi. “Telah ada kesepakatan sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk memindahkan sementara kegiatan belajar mengajar SDN Cirimekar 02 ke SDN Cirimekar 01,” jelas Choeriah. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post