Ini Cara Terbaik Jadi Pahlawan Devisa

Ini Cara Terbaik Jadi Pahlawan Devisa

JOGJA – Direktur Sun Marino Indonesia, Ariyanto, mengajak kaum muda Milenial Indonesia menjadi pahlawan devisa dengan cara menjadi crew kapal pesiar internasional. Sangat besar peluang kerja crew kapal pesiar dan hotel internasional di Timur Tengah, Jepang, Taiwan, dan sebagainya.

Tiap tahun dibutuhkan 16.000 crew untuk berbagai perusahaan kapal pesiar Amerika, Eropa, Asia. “Belum lagi hotel internasional di Timur Tengah, Jepang, Taiwan, dan negara lainnya,” ujar Ariyanto, dalam kuliah perdana pendidikan dan pelatihan calon crew kapal pesiar dan hotel internasional, di kantor Sun Marino Indonesia, Hotel Jogja Kembali, Jalan KHA Dahlan, Jogjakarta, Senin lalu.

Crew kapal pesiar dan para TKI (tenaga kerja Indonesia) lainnya, memiliki kontribusi besar terhadap keuangan negara (devisa). Para crew maupun pekerja hotel merupakan tenaga terampil yang memiliki keahlian pada berbagai bidang. Karena itu, jangan memandang sebelah mata terhadap mereka. “Mereka itu mulia, karena memberi kontribusi besar terhadap devisa negara,” tutur Ariyanto.

Mengutip pernyataan pejabat Kementerian Perhubungan, Ariyanto yang juga Dosen Akademi Pariwisata dan Perhotelan API Yogyakarta, itu mengatakan, kontribusi devisa dari 78.000 pelaut nasional yang bekerja di kapal-kapal luar negeri mencapai Rp 16 triliun per tahun. Lebih besar dari kontribusi devisa para TKW (tenaga kerja wanita) yang hanya mencapai Rp 3,4 triliun.

Berangkat dari itulah LPK Sun Marino Indonesia terus melakukan kampanye di masyarakat DIY dan seluruh Indonesia agar pemuda-pemudi mau menjadi tenaga kerja profesional di luar negeri sebagai crew kapal pesiar.

Banyak yang bisa diperoleh dengan menjadi crew kapal pesiar. Antara lain, gaji standar dolar mulai 700 – 8.000 dolar AS, keliling dunia, belajar berbagai bahasa asing, menimba pengalaman bertaraf internasional, dan masih banyak lagi. “Keliling dunia secara mudah dan gratis itu ya hanya dengan menjadi crew kapal pesiar,” ucap Ariyanto.

Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, itupun mengemukakan, perusahaan kapal pesiar internasional jumlahnya puluhan dan masing-masing minimal memiliki belasan kapal pesiar. Hal itu merupakan peluang bagus dan bisa menjadi solusi alternatif mengatasi pengangguran sekaligus mengentaskan warga miskin.

“Kru itu tenaga profesional, terampil, ahli, dan mendapat penghargaan lebih, dibanding TKI biasa. Dari segi gaji, perlindungan hukum, jenjang karir, maupun fasilitas lain seperti asuransi,” kata Aroyanto kemudian.

Karena itu, Sun Marino Indonesia yang sudah berusia 10 tahun mengajak pemuda-pemudi Indonesia bergabung untuk dididik menjadi tenaga kerja profesional crew kapal pesiar, melalui sistem program cepat untuk segera bekerja sebagai crew kapal pesiar maupun perhotelan.

Ariyanto berharap, pemerintah lebih memperhatikan tenaga kerja kapal pesiar karena mampu menyumbang devisa dalam jumlah besar bagi negara. “Fasilitas yang diberikan kepada tenaga kerja atau kru kapal pesiar selama ini masih belum maksimal. Terutama, dalam pembiayaan mulai dari pelatihan hingga pemberangkatan ke luar negeri.” (yun)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post