Kecamatan Harus Jadi Pusat Layanan Kependudukan

Kecamatan Harus Jadi Pusat Layanan Kependudukan

JOGJA – Dari total penduduk DIY wajib KTP sebanyak 2.790.485 orang, sebesar 99,96 persen sudah melakukan perekaman e-KTP. Sudah cukup bagus. Namun, secara umum pelayanan kependudukan di kantor kecamatan dinilai masih belum maksimal.

“Pemda DIY harus menempatkan orangnya di tiap kantor kecamatan. Paling tidak, harus ada aparat dari Biro Tata Pemerintahan serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” ujar Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, usai melakukan kunjungan kerja lapangan ke Kantor Kecamatan Depok, Sleman, DIY, Kamis (23/1).

Dengan adanya personil dari pemda DIY itu, menurut Eko, pelayanan kependudukan bagi warga setempat dipastikan akan lebih maksimal. “Paling tidak, masyarakat tidak perlu mengeluarkan beaya ekstra untuk transportasi maupun kehilangan banyak waktu,” tegas Politisi Muda PDI Perjuangan itu.

Komisi A DPRD DIY menilai, penempatan personil di tiap kecamatan se DIY saat ini sebenarnya sudah terlambat mengingat peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Kartu Identias Anak sudah terbit sejak 2015 lalu.

Karena perda sudah ada sejak 2015, mestinya penempatan personil dimaksud sudah ada di tiap kecamatan pada 2017 atau 2018. “Karena itu Komisi A merekomendasikan maksimal tahun 2021, personil dimaksud sudah ada di tiap kecamatan,” ujar Eko kemudian.

Pelayanan kependudukan secara maksimal di tiap kecamatan perlu diupayakan, karena sasaran pembangunan sejatinya berbasis pada masyarakat. “Dengan demikian, pendataan penduduk pun menjadi penting. Dimulai darI perekaman e-KTP,” timpal Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi.

Karena itu, lanjut Suwardi, Komisi A DPRD DIY siap memberikan dukungan kepada pemda DIY agar implementasi pelayanan sesuai amanat Perda No 9/2015 bisa maksimal. “Hanya saja, khusus untuk e-KTP masih sering terkendala terlambatnya pengiriman blangko dari Pusat,” tutur Politisi Golkar itu.

Komisi A DPRD DIY secara umum mendorong pemda DIY agar memiliki big data kependudukan. “Penting, karena dari data itulah akan terlihat wajah perekonomian maupun profil kependudukan di DIY,” pungkas Eko. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post