Komunitas Brompton Tak Terpengaruh Selundupan

Komunitas Brompton Tak Terpengaruh Selundupan

KULONPROGO – Sekitar 50 unit sepeda lipat atau folding bike merek Brompton terparkir di tepi sawah dusun Pronosutan, Kembang, Nanggulan, Kulonprogo, DIY, Sabtu (14/12). Anggota komunitas penggemar sepeda Brompton Indonesia merasa tertarik dan menyempatkan diri berhenti sejenak begitu melihat hamparan tanaman padi menghijau berlatar belakang perbukitan Menoreh itu.

Beberapa anggota komunitas yang menamakan diri Bromchpt3rs Indonesia itupun tanpa canggung memanggul sepedanya kemudian mengabadikan momen langka di antara hamparan padi. Puas dan rasa lelah usai gowes dari Titik Nol Kilometer Jogjakarta tergantikan oleh lanskap pemandangan yang indah.

“Kami datang ke Jogja untuk berolahraga, berwisata, sekaligus bersilaturahmi dengan kawan-kawan yang ada di sini. Bukan karena kasus selundupan kemarin itu,” ujar salah seorang anggota Bromchpt3rs asal Jakarta, Ardra Teja, sambil tersenyum.

Ardra pun mengaku, komunitas yang telah terbentuk sejak 2013 itu sama sekali tak terpengaruh dengan kasus selundupan Garuda beberapa waktu lalu. “Sepeda Brompton di Indonesia telah booming sejak dua tiga tahun terakhir.”

Menurut Ardra yang diiyakan oleh anggota lainnya, mereka memilih Brompton karena kualitasnya memang bagus. “Lipatannya paling ringkas sehingga bisa masuk pesawat terbang, kereta api, bus, maupun mobil sehingga enak dibawa ke mana-mana.”

Di Jogja, komunitas serupa sudah berdiri sejak dua tahun silam. Namanya Brompton Yogyakarta atau BYK yang kini diketuai oleh Chandra. Penggagasnya, Brigjen Pol (Purn) Untung Leksono. “Kehadiran Brompton di Jogja, yang terkenal pula dengan sebutan Kota Sepeda, memberi warna tambahan karena kemudian banyak orang travelling ke Jogja. Sepeda ini juga cocok untuk komuter,” tutur Chandra.

Brigjen Untung menandaskan, keberadaan BYK mampu menjadikan Jogja sebagai Kota Sepeda lebih berwarna. Para anggota komunitas pun ikut berkontribusi memajukan pariwisata. “Kita terus memperkenalkan keistimewaan Jogja.”

Jogja itu, lanjut Untung, kalau ditarik 25 km ke utara dapat gunung. Ke selatan 25 km ketemu pantai. Di antara itu bisa dieksplor dengan sepeda. “Sebut saja Kotagede, Prambanan, kampung wisata, maupun pemandangan sawah yang indah sehingga membuat pariwisata bergairah,” katanya. (ijo)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post