Logistik Industri Terkendala Ego Sektoral

Logistik Industri Terkendala Ego Sektoral

JOGJA – Rantai pasok dan logistik industri di Indonesia tertinggal jauh dibandingkan sesama negara di Asia Tenggara. Selain persoalan geografis dan infrastruktur, efisiensi logistik di negeri ini masih terkendala adanya ego sektoral di antara pihak-pihak terkait.

“Bahkan efisiensi logistik kita kalah dibandingkan Vietnam. Di Asia Tenggara, kita hanya di atas Laos dan Myanmar,” tutur Ketua Dewan Pembina ISLI (Institute Supply Chain Logistic Indonesia), Senator, di sela penyelenggaraan UII ISLI Camp 2019, di kampus FTI UII, Jogjakarta, Rabu (27/11).

Persoalan di infrastruktur, lanjut Senator, bisa mudah diatasi karena hanya menyangkut kendala fisik. Tapi kendala ego sektoral lebih susah karena menyangkut persoalan mentalitas. “Jika di negara lain persoalan rantai pasok dan logistik dilakukan secara terpadu, di Indonesia justru dipisah-pisah.”

Di Thailand, Korea Selatan, dan India, contoh Senator, semuanya dilaksanakan secara terpadu di bawah perdana menteri. Di Indonesia, justru terpisah-pisah. Kementerian perdagangan, perhubungan, maupun maritim, memiliki agenda sendiri-sendiri. “Bahkan tak ada koordinasi. Mengedepankan ego sektoral,” tandas Senator.

Ketua Umum ISLI, I Nyoman Pujawan berkilah, keilmuan rantai pasok atau supply chain dan logistik industri di Indonesia baru dikembangkan mulai 2013. “Wajar jika sekarang Indonesia ketinggalan, serta masih banyak hal yang harus dibenahi.”

ISLI, jelas Nyoman, merupakan suatu lembaga yang beranggotakan 100 universitas di seluruh Indonesia. Bertujuan mengembangkan rantai pasok dan logistik di Indonesia melalui penelitian-penelitian dan diskusi ilmiah.

Tahun ini, Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UII berkesempatan menjadi tuan rumah UII ISLI Camp 2019. “Tentu kami menyambut gembira atas penunjukan itu. Kesempatan baik bagi kami untuk mengembangkan wawasan,” tutur Wakil Rektor I UII, Imam Djati Widodo.

Perhelatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk menambah wawasan di bidang rantai pasok dan logistik industri kreatif. “Sebagai tuan rumah UII mengusung tema Digitalisasi Supply Chain pada Industri Kreatif Di Jogjakarta,” ungkap Ketua Panitia, Dwi Handayani.

Peserta terdiri dari 35 orang mahasiswa dan 71 orang dosen. Mereka akan mendapatkan ilmu pengetahuan melalui dialog bersama akademisi, pelaku bisnis, dan komunitas. Untuk dosen, akan diadakan diskusi penyusunan roadmap penelitian di bidang supply chain dan logistik.

Bagi mahasiswa, akan diadakan kuliah umum ERP-SAP (Enterprise Resource Planning – System Application and Processing). “Selain itu, dilakukan pula kunjungan ke industri kreatif, penulisan book chapter, dan lomba poster mahasiswa,” papar Dwi. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post