Lulusan UKDW Harus Siap Hadapi ‘VUCA World’

Lulusan UKDW Harus Siap Hadapi ‘VUCA World’

JOGJA – Dunia saat ini sedang menghadapi keadaan yang disebut VUCA World – Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity – kondisi turbulensi yang bergejolak, tidak pasti, rumit, dan tidak jelas. Tantangan besar bagi perguruan tinggi untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi zaman seperti itu.

“Lulusan UKDW diharapkan terus mengembangkan diri secara positif dan mengaplikasikan kemampuan yang dimiliki dalam berbagai bidang pekerjaan yang akan ditekuni. Harus siap menghadapi VUCA World,” ujar Rektor UKDW (Universitas Kristen Duta wacana) Jogjakarta, Ir Henry Feriadi MSc PhD, pada acara wisuda, di kampus setempat, Sabtu (30/11).

Pada periode November 2019, itu UKDW mewisuda 250 mahasiswa. Terdiri dari 235 mahasiswa program Sarjana (S1) dan 15 mahasiswa program Pascasarjana (S2 dan S3). Wisudawan terbaik S1, Ronaldo Edwardus dari Prodi Informatika dengan IPK 3,92. Untuk Pascasarjana, Benaya Agus dari Magister Kajian Konflik dan Perdamaian dengan IPK 3,88.

Dunia kerja dan industri saat ini, lanjut Henry, sedang berubah sangat cepat dimotori perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. “Kemajuan teknologi komputasi, artificial inteligent, robotic, internet of things, dan sebagainya telah makin canggih dan berpengaruh dalam era Industrial Revolution 4.0.”

Setidaknya, menurut Henry, ada beberapa kemampuan manusia yang harus terus dikembangkan agar manusia bisa tetap unggul di abad 21. Meliputi complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgement and decision making, service orientation, negotiation, dan cognitive flexibility.

“Kemampuan akademik malah tak disebutkan secara eksplisit. Justru hal-hal yang berkaitan dengan soft skills seperti karakter, sikap, kecerdasan emosi, kerjasama, komunikasi, negosiasi, orientasi melayani, dan sebagainya,” tutur Henry kemudian.

Selembar ijaazah, transkrip akademik, dan sertifikat pendamping ijazah tak otomatis menjamin diperolehnya pekerjaan yang diinginkan dan kesuksesan dalam waktu singkat. “Untuk mencapai impian pekerjaan yang mapan dan sukses masih memerlukan proses pembelajaran yang lebih tinggi, lebih sulit, dan lebih lama. Pembelajaran sepanjang hayat di Kampus Kehidupan,” tegas Henry. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post