Miliaran Rupiah untuk Pariwisata Mangunan

Miliaran Rupiah untuk Pariwisata Mangunan

BANTUL – Keberadaan berbagai objek wisata di Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY tak bisa dipungkiri telah menyulap kawasan di perbukitan selatan DIY itu menjadi bukan lagi daerah miskin. Berkembangnya sektor pariwisata menjadi penyumbang yang cukup signifikan.

“Tumbuhnya destinasi wisata alam terasa sangat membantu dalam menurunkan angka kemiskinan di DIY,” ujar Wakil Ketua DPRD DIY, Suharwanta, dalam acara diskusi bersama Forum Wartawan DPRD DIY, di kawasan wisata Watu Sewu Mangunan Dlingo Bantul, DIY, Rabu (11/12).

Politisi PAN itu juga mengemukakan, pihaknya akan terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di beberapa kawasan wisata yang berkembang sehingga akan menjadi roda penggerak perekonomian daerah.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menjelaskan pihaknya terus berupaya membangun jaringan untuk peningkatan kualitas kepariwisataan di DIY. “Kami juga banyak menggandeng berbagai praktisi dan asosiasi di bidang kepariwisataan untuk meningkatkan layanan kepariwisataan.”

Untuk pengembangannya, Singgih mengaku telah menggelontorkan dana tak kurang dari Rp 5,7 miliar untuk kawasan wisata di daerah Mangunan, melalui koperasi yang dibentuk oleh warga setempat. “Kami memiliki konsep Community Base Tourism yang benar-benar melibatkan masyarakat.”

Konsep itu menjadi bagian penting dalam mengembangkan destinasi wisata. Pemerintah pun telah mencatatkan pendapatan hingga Rp 2,3 miliar dari konsep bagi hasil dengan pihak pengelola kawasan wisata yang ada di Mangunan.

Singgih menjelaskan, kawasan hutan di Mangunan merupakan wewenang pemda DIY yang selanjutnya dikerjasamakan dengan penduduk setempat untuk mengelolanya menjadi kawasan wisata melalui koperasi.

Pengelola objek wisata Sewu Watu Songgolangit Mangunan, Aris Purwanto, menyatakan sangat berterimakasih kepada pemerintah yang telah banyak membantu dalam mengembangkan objek wisata tersebut.

“Kami semula bekerja sebagai petani hutan. Sekarang, kami berhasil mengubah lahan yang kurang produktif menjadi sebuah kawasan tujuan wisata. Pun, banyak masyarakat sekitar yang saat ini terbantu kesejahteraannya karena ikut menjadi pengelola,” tutur Aris.

Kontur alam bebatuan telah berhasil diberdayakan menjadi kawasan wisata menarik. Pengelola pun telah mampu memberi setoran sebesar Rp 317 juta kepada pemerintah pada 2017. Meningkat menjadi sekitar Rp 400 juta pada 2018.

Pendapatan tersebut diharapkan akan selalu meningkat seiring meningkatnya layanan wisata yang diberikan. Selain menawarkan spot foto menarik, saat ini sedang dikembangkan konsep glamour camping. “Juga berbagai atraksi budaya yang diharapkan mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama,” papar Aris kemudian. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post