Minim Personil SAR Satlinmas Istimewa DIY

Minim Personil SAR Satlinmas Istimewa DIY

JOGJA – Luar biasa, DIY telah memiliki SAR Satlinmas Istimewa. Penting guna mendukung Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata. Namun, jumlah personilnya masih sangat minim. Begitu pula kualitas SDM dan sarana prasarana yang dimiliki masih memerlukan peningkatan.

“Pembaruan sarana teknologi informasi, menjadi salah satu agenda utama guna meningkatkan kinerja SAR Satlinmas Istimewa,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, usai bersama anggota Komisi A lainnya melakukan kunjungan kerja lapangan ke Korwil VII SAR Satlinmas Istimewa, di Kaliurang, Jogjakarta, Selasa (7/1).

Secara kelembagaan, berdasarkan Pergub No 4/2019, SAR Satlinmas Istimewa berada di bawah Satpol PP DIY. Dengan tugas pokok membantu upaya SAR (Search and Rescue) korban bencana maupun kecelakaan, penanggulangan bencana, serta ikut menjaga ketertiban umum.

Jumlah personil SAR Satlinmas Istimewa saat ini tercatat 328 orang. “Jumlah tersebut tentu jauh dari ideal, mengingat cakupan tugas mereka meliputi sekitar kawasan gunung Merapi di Utara dan sepanjang pantai di Selatan,” papar Eko.

Politisi Muda PDI Perjuangan itu mengungkapkan, DIY memiliki garis pantai sepanjang 126 kilometer. Jika kemampuan satu pos tak lebih dari 10 kilometer, maka sekurang-kurangnya untuk pantai selatan saja memerlukan 25 pos. Jika tiap pos memerlukan 42 orang, tentu jumlah personil yang ada saat ini masih jauh dari mencukupi.

Karena itulah Komisi A DPRD DIY merekomendasikan pembaruan sarana teknologi guna mengatasi kekurangan personil tersebut. Terutama teknologi informasi berupa sarana internet serta CCTV. “Keberadaan teknologi tersebut kami yakini akan mampu mengefisienkan minimnya jumlah personil,” tandas Eko.

Selain berbagai persoalan tersebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi, menyoroti minimnya jumlah personil perempuan. Dari 20 pria anggota SAR Satlinmas Istimewa, hanya ada dua orang anggota perempuan.

Korban bencana atau kecelakaan, imbuh Suwardi, tentu tidak hanya kaum pria. Karena itu, diperlukan tambahan anggota perempuan. “Secara keseluruhan, mereka juga memerlukan dukungan pendidikan maupun pelatihan guna meningkatkan kualitas sebagai anggota SAR,” tegas politisi Golkar itu.

Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Retno Sudiyanti, menegaskan yang tak kalah penting, peningkatan kesejahteraan anggota SAR. Honor mereka saat ini masih di bawah UMP. Ke depan perlu ditingkatkan. “Hal lain, disamping kelengkapan peralatan, pemeliharaan alat-alat yang dimiliki juga perlu diperhatikan,” ujar politisi perempuan dari Gerindra itu. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post